Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi budaya Arab modern dalam lirik lagu ‘Zahgana’ karya Hala Al Turk dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, yang menganalisis makna lirik berdasarkan tiga tahapan makna Barthes, yaitu denotatif, konotatif, dan mitos. Data utama berupa teks lirik lagu yang dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi simbol-simbol budaya, nilai sosial, dan ideologi yang tersembunyi dalam kata-kata yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ‘Zahgana’ merepresentasikan berbagai bentuk kegelisahan dan keterbatasan yang dialami oleh generasi muda Arab, terutama perempuan, dalam ruang domestik yang konservatif. Melalui pengulangan kata-kata seperti ‘طفشانة’ (bosan) dan ‘زهقانة’ (jenuh), lagu ini menyuarakan kejenuhan emosional dan keresahan terhadap peran gender yang kaku, pola asuh otoriter, serta minimnya ruang untuk berekspresi. Selain itu, ditemukan pula simbol-simbol perlawanan terhadap nilai tradisional. Lagu ini secara simbolik membongkar mitos bahwa rumah adalah tempat paling ideal bagi anak perempuan, dan justru menunjukkan bahwa rumah bisa menjadi sumber keterkungkungan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik ‘Zahgana’ merupakan bentuk kritik sosial dan ekspresi budaya populer yang mencerminkan dinamika perubahan nilai di masyarakat Arab kontemporer, terutama terkait dengan kebebasan, kesetaraan, dan identitas generasi muda
Copyrights © 2025