Penelitian ini menguji peran micro-influencer marketing dan strategi digital dalam membentuk sikap serta minat berbelanja konsumen pada kategori fashion pria di dua ekosistem e-commerce Indonesia, Tokopedia dan Lazada. Mengadopsi kerangka Theory of Planned Behavior, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif konfirmatori dengan survei terhadap 235 responden aktif (118 pengguna Tokopedia dan 117 pengguna Lazada) yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan Multi-Group Analysis (MGA) untuk menguji perbedaan mekanisme pengaruh antarplatform. Temuan menunjukkan bahwa micro-influencer marketing dan strategi digital secara konsisten membentuk sikap konsumen pada kedua platform. Namun, mekanisme pembentukan minat belanja menunjukkan divergensi fundamental: pada Tokopedia, sikap berfungsi sebagai mediator parsial yang menjembatani pengaruh strategi pemasaran terhadap minat beli, sesuai prediksi teoretis TPB. Sebaliknya, pada Lazada teridentifikasi fenomena cognitive bypass, di mana pengaruh micro-influencer dan strategi digital terhadap minat belanja bersifat langsung tanpa melalui proses evaluasi sikap, mencerminkan karakteristik pengambilan keputusan impulsif pada segmen usia muda. Meskipun koefisien jalur tidak berbeda signifikan secara statistik, perbedaan kontekstual dalam mekanisme psikologis ini mengimplikasikan perlunya strategi pemasaran yang didiferensiasikan berdasarkan profil psikografis pengguna masing-masing platform.
Copyrights © 2026