Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi sistem evaluasi pembelajaran melalui penerapan asesmen digital sebagai bentuk penilaian berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, serta tantangan dan dampak asesmen digital terhadap kualitas pembelajaran. Asesmen digital dipahami sebagai proses evaluasi yang memanfaatkan perangkat dan platform daring untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta pengelolaan data hasil belajar. Dibandingkan dengan asesmen konvensional, asesmen digital menawarkan keunggulan berupa efisiensi waktu, otomatisasi penilaian, kemudahan analisis data, serta pemberian umpan balik yang cepat dan akurat. Implementasinya di sekolah dan perguruan tinggi dilakukan melalui berbagai Learning Management System (LMS), Google Form, dan aplikasi evaluasi berbasis teknologi lainnya dengan strategi yang disesuaikan pada capaian pembelajaran. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta isu keamanan data. Secara keseluruhan, apabila diterapkan secara terencana dan didukung kesiapan sumber daya, asesmen digital berpotensi meningkatkan objektivitas, transparansi, dan kualitas pembelajaran berbasis data.
Copyrights © 2026