Pemanfaatan briket bioenergi sebagai alternatif bahan bakar pada industri garam rakyat menghadapi tantangan rendahnya penerimaan dan pengalaman praktis masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Community Based Education (CBE) dalam mendukung pemanfaatan briket bioenergi pada petani garam rakyat di Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan desain mixed-method dalam kerangka CBE, dengan pendekatan kuantitatif melalui one group pretest–posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan, serta angket dan observasi untuk menilai sikap dan minat pemanfaatan. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali persepsi kelayakan ekonomi dan keberterimaan briket bioenergi. Kegiatan dilaksanakan selama enam hari dengan melibatkan 50 petani garam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta dari 45,2 menjadi 82,7 (p < 0,05), serta 88,6% peserta menyatakan kesediaan memanfaatkan briket bioenergi sebagai bahan bakar utama atau alternatif. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan briket berbahan baku lokal yang mudah diperoleh dan berbiaya rendah dipersepsikan lebih praktis dan stabil dibandingkan kayu bakar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan briket bioenergi melalui pendekatan CBE efektif sebagai proses pembelajaran berbasis pengalaman dan berpotensi mendukung adopsi energi bersih pada industri garam rakyat.
Copyrights © 2026