Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika pada siswa kelas II sekolah dasar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SDN Basirih 11 Banjarmasin. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru kelas II dan dua siswa yang mengalami kesulitan belajar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran berupa penggunaan media konkret seperti stik es krim dan koin, penerapan pendekatan kontekstual dengan mengaitkan soal matematika pada kehidupan sehari-hari siswa, pelaksanaan pembelajaran remedial secara bertahap, pemberian dukungan emosional berupa motivasi dan pujian, serta pelaksanaan asesmen formatif untuk mendeteksi kesulitan siswa sejak dini. Strategi tersebut meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman konsep siswa. Meskipun demikian, guru menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan antar siswa, dan keterbatasan fasilitas. Secara keseluruhan, strategi guru yang adaptif dan kontekstual terbukti efektif membantu siswa mengatasi kesulitan belajar matematika baik secara kognitif maupun afektif.
Copyrights © 2026