Penelitian ini menganalisis brand positioning Livin’ by Mandiri di pasar pembayaran digital Indonesia di saat fitur inti makin terstandarisasi dan persaingan bergeser pada nilai yang dirasakan serta pengalaman pengguna. Studi kasus kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam pada lima pengguna yang memakai Livin’ by Mandiri dan e-wallet lain minimal enam bulan, dilengkapi wawancara internal dan analisis dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka 3C (customer, company, compotitor) serta pemetaan point of parity (PoP) dan point of difference (PoD). Hasil menunjukkan bahwa PoP Livin’ by Mandiri terletak pada keamanan transaksi, fungsi pembayaran inti, dan dukungan pembayaran dengan QRIS. Adapun PoD terkuat terdapat pada kepercayaan institusional Bank Mandiri dan integrasi layanan keuangan end-to-end yang memosisikan Livin’ by Mandiri sebagai financial super-app. Namun, untuk transaksi mikro harian e-wallet tetap lebih dipilih karena alur yang lebih ringan dan promosi yang lebih agresif, sementara fitur lanjutan Livin’ by Mandiri belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu Livin’ by Mandiri perlu menajamkan brand positioning sebagai “trusted financial super-app”, menyederhanakan alur transaksi berfrekuensi tinggi, serta memperkuat edukasi dan personalisasi agar nilai integrasi terasa relevan dalam penggunaan sehari-hari.
Copyrights © 2026