Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Visibilitas Daring untuk UMKM Minuman Tradisional melalui Media Sosial dan Google Bisnisku Tjahjawati, Sri Surjani; Pramono, Tangguh Dwi; Gaffar, Mohammad Rizal; Lastari, Hidya Indira; Diputra, Naafi Yudha; Nazofatullidya, Nazofatullidya; Sarah, Ira Siti; Putri, Ivon Sandya Sari; Sayuti, Abdul Malik; Fujiasti, Sherry Novalia
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27175

Abstract

Proyek pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kehadiran digital dan kinerja pemasaran Es Tali Merah, sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang minuman teh es. Tujuannya adalah membantu bisnis tersebut dalam mengadopsi alat digital yang mudah diakses guna memperluas jangkauan, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, dan memperkuat visibilitas lokal. Proyek ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan memberdayakan UMKM lokal melalui strategi pemasaran digital yang praktis, khususnya melalui penggunaan Instagram dan Google Bisnisku. Pendampingan langsung diberikan dalam pembuatan konten, pengembangan citra digital, dan keterlibatan pelanggan agar bisnis menjadi lebih kompetitif di pasar daring. Pendekatan partisipatif digunakan dalam pelaksanaan kegiatan, meliputi pendampingan langsung dan dukungan implementasi. Aktivitas yang dilakukan mencakup pembuatan dan optimalisasi akun Instagram serta profil Google Bisnisku. Akun Instagram berhasil memperoleh 67 pengikut secara organik, dengan tayangan Reels rata-rata lebih dari 1.000 kali. Profil Google Bisnisku mengumpulkan 67 ulasan pelanggan dengan rata-rata penilaian 4,9 dari 5. Dalam hasil pencarian lokal untuk kata kunci “es teh Gerlong,” Es Tali Merah muncul di posisi kedua pada Google Maps, menunjukkan kekuatan SEO lokal yang signifikan. Inisiatif ini berhasil mencapai tujuannya dengan menunjukkan bahwa alat digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat secara signifikan meningkatkan visibilitas, keterlibatan, dan kredibilitas usaha kecil, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan jangka panjang mereka dalam ekonomi digital.
Analisis Brand Positioning Digital Payment Berbasis Point of Parity dan Point of Difference Fujiasti, Sherry Novalia; Lastari, Hidya Indira; Nazofatullidya; Diputra, Naafi Yudha; Rizqi, Ikra Novar
JURNAL ILMIAH FEASIBLE: Bisnis, Kewirausahaan dan Koperasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiaf Feasible (JIF): Bisnis, Kewirausahaan, dan Koperasi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/fb.v8i1.2026.31-39.57506

Abstract

Penelitian ini menganalisis brand positioning Livin’ by Mandiri di pasar pembayaran digital Indonesia di saat fitur inti makin terstandarisasi dan persaingan bergeser pada nilai yang dirasakan serta pengalaman pengguna. Studi kasus kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam pada lima pengguna yang memakai Livin’ by Mandiri dan e-wallet lain minimal enam bulan, dilengkapi wawancara internal dan analisis dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan kerangka 3C (customer, company, compotitor) serta pemetaan point of parity (PoP) dan point of difference (PoD). Hasil menunjukkan bahwa PoP Livin’ by Mandiri terletak pada keamanan transaksi, fungsi pembayaran inti, dan dukungan pembayaran dengan QRIS. Adapun PoD terkuat terdapat pada kepercayaan institusional Bank Mandiri dan integrasi layanan keuangan end-to-end yang memosisikan Livin’ by Mandiri sebagai financial super-app. Namun, untuk transaksi mikro harian e-wallet tetap lebih dipilih karena alur yang lebih ringan dan promosi yang lebih agresif, sementara fitur lanjutan Livin’ by Mandiri belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu Livin’ by Mandiri perlu menajamkan brand positioning sebagai “trusted financial super-app”, menyederhanakan alur transaksi berfrekuensi tinggi, serta memperkuat edukasi dan personalisasi agar nilai integrasi terasa relevan dalam penggunaan sehari-hari.