Krueng Aceh di Kawasan Lamnyong memiliki peran strategis sebagai pintu masuk menuju kawasan pendidikan Darussalam di Kota Banda Aceh. Namun, kondisi sempadan sungai di sekitar Jembatan Lamnyong masih menunjukkan tingkat kualitas lingkungan yang rendah, kurang terpelihara, serta belum dimanfaatkan secara optimal sesuai fungsi ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala penataan sempadan Krueng Aceh di Lamnyong serta merumuskan konsep penataan kawasan sebagai area rekreasi yang berkontribusi terhadap pembentukan citra kawasan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sempadan sungai masih bersifat tidak terencana dan cenderung informal, meliputi aktivitas memancing, olahraga, kegiatan otomotif, perdagangan kuliner, serta fungsi parkir, yang belum didukung oleh pengaturan ruang dan infrastruktur yang memadai. Selain itu, kawasan sempadan sungai menghadapi permasalahan lingkungan berupa akumulasi sampah, keterbatasan kenyamanan, serta potensi genangan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan konsep penataan sempadan Krueng Aceh sebagai ruang publik rekreatif berbasis prinsip waterfront melalui pengaturan zonasi sesuai karakter lahan, peningkatan kualitas ruang, penerapan sistem drainase berkelanjutan, serta penguatan fungsi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Konsep ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi ekologis dan sosial sempadan sungai serta memperkuat citra kawasan pendidikan Darussalam.
Copyrights © 2026