Pembangunan kawasan agropolitan merupakan strategi pengembangan regional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan integrasi antardaerah. Distrik Tangse di Kabupaten Pidie telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan karena potensi produksi pertaniannya yang tinggi; namun, kawasan ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang mempengaruhi efektivitas sistem agribisnisnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur pendukung di kawasan agropolitan dan menganalisis persepsi petani terhadap fungsionalitasnya. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan indeks persepsi. Hasil menunjukkan bahwa Kabupaten Tangse memiliki produksi pertanian yang tinggi, terutama dalam komoditas jagung, padi, cabai, durian, kopi, dan kakao, yang mendukung potensinya sebagai kawasan agropolitan. Namun, persepsi petani terhadap kondisi infrastruktur bervariasi secara signifikan. Sistem irigasi mendapatkan skor tertinggi sebesar 85,8% (sangat baik), menunjukkan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Jalan desa dinilai baik dengan skor 64,4%, meskipun persepsi positif tidak merata di seluruh desa. Jalan antar desa dan jalan desa ke kota dinilai moderat (55,0%) akibat kerusakan jalan yang parah. Infrastruktur pasar dan gudang penyimpanan mendapatkan skor terendah sebesar 37,0% dan 34,4% (buruk), disebabkan oleh ketidakhadiran pasar yang aktif dan penggunaan fasilitas penyimpanan yang minim. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tangse masih menghadapi tantangan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas jalan, mendirikan pasar lokal yang dikelola dengan baik, dan merevitalisasi gudang penyimpanan merupakan hal yang esensial untuk memperkuat rantai agribisnis, meningkatkan daya tawar petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025