Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis kesalahan siswa SMP Negeri 1 Bandar Dua Dalam Menyelesaikan Soal Teorema Phytagoras Ulia, Rahmatul; Maryana, Maryana; Elisyah, Nur; Rohantizani, Rohantizani; Wulandari, Wulandari
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v3i2.12794

Abstract

Abstrak Rendahnnya kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika pada materi Teorema Phytagoras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan peserta didik dan untuk mengetahui penyebab tejadinya kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal matematika materi Teorema Phytagoras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Bandar Dua yang berjumlah 19 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan presentase soal matematika terkait materi Teorema Phytagoras berdasarkan prosedur Newman adalah: (a) presentase kesalahan membaca tertinggi sebesar 33% yaitu peserta didik tidak dapat memaknai kata, istilah atau simbol dalam soal, (b) Presentase kesalahan memahami tertinggi sebesar  41% yaitu peserta didik tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanya pada soal (c) Presentase kesalahan transformasi tertinggi sebesar 46% yaitu peserta didik tidak menuliskan  model  matematika atau rumus dalam menyelesaikan soal, (d) Presentase kesalahan ketrampilan proses tertinggi sebesar 34% yaitu peserta didik tidak dapat melakukan perhitungan dalam menyelesaikan soal sama sekali, dan (e) presentase kesalahan penulisan jawaban akhir tertinggi sebesar 61% yaitu peserta didik tidak dapat menuliskan kesimpulan jawaban sama sekali. Penyebab kesalahan peserta didik adalah kurang teliti membaca soal serta kurang teliti dalam menggunakan simbol, tidak memiliki kemampuan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal dengan benar, tidak minat dalam pelajaran matematika, tidak paham dengan materi yang diujikan, tidak paham dengan rumus yang digunakan, buru-buru dalam menuliskan jawaban, tidak terbiasa menyimpulkan jawaban. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Prosedur Newan, Teorema Phytagoras.
Persepsi Petani terhadap Infrastruktur Pendukung Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Arafah, Yunita; Ulia, Rahmatul; Hanifah, Winda
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 8, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jppe.v8i2.5291

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan merupakan strategi pengembangan regional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan integrasi antardaerah. Distrik Tangse di Kabupaten Pidie telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan karena potensi produksi pertaniannya yang tinggi; namun, kawasan ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang mempengaruhi efektivitas sistem agribisnisnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur pendukung di kawasan agropolitan dan menganalisis persepsi petani terhadap fungsionalitasnya. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan indeks persepsi. Hasil menunjukkan bahwa Kabupaten Tangse memiliki produksi pertanian yang tinggi, terutama dalam komoditas jagung, padi, cabai, durian, kopi, dan kakao, yang mendukung potensinya sebagai kawasan agropolitan. Namun, persepsi petani terhadap kondisi infrastruktur bervariasi secara signifikan. Sistem irigasi mendapatkan skor tertinggi sebesar 85,8% (sangat baik), menunjukkan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Jalan desa dinilai baik dengan skor 64,4%, meskipun persepsi positif tidak merata di seluruh desa. Jalan antar desa dan jalan desa ke kota dinilai moderat (55,0%) akibat kerusakan jalan yang parah. Infrastruktur pasar dan gudang penyimpanan mendapatkan skor terendah sebesar 37,0% dan 34,4% (buruk), disebabkan oleh ketidakhadiran pasar yang aktif dan penggunaan fasilitas penyimpanan yang minim. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tangse masih menghadapi tantangan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas jalan, mendirikan pasar lokal yang dikelola dengan baik, dan merevitalisasi gudang penyimpanan merupakan hal yang esensial untuk memperkuat rantai agribisnis, meningkatkan daya tawar petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.