Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Potensi dan Tantangan Desa untuk Pengembangan Desa Wisata Luthu Lamweu Wulandari, Elysa; Yusuf, Myna Agustina; Fakhrana, Siti Zahrina; Hanifah, Winda
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i3.41544

Abstract

Luthu Lamweu Village, located in Aceh Besar Regency, has abundant natural resources, including a waterfall tourist attraction and locally processed products such as Janeng flour, asam sunti (starfruit seasoning), and handicrafts made from coconut leaves. Although the tourist attraction is beginning to draw visitors, access to the site and supporting infrastructure remains limited. This community service program aims to further assess the villages potential for developing as a tourist destination by leveraging its natural and human resources. The strategic approach involves conducting observations and facilitating focus group discussions with local residents to gain insights and foster collaborative planning. The observation results indicate that the village holds significant potential by capitalizing on its abundant natural resources, such as transforming its waterfalls into tourist attractions and leveraging local products as key assets. Findings from the focus group discussions echoed this potential but highlighted a major concern: the lack of community participation, which remains a significant issue for village officials. According to the resource persons presentation, 60% community participation is required to establish a successful tourist village. Therefore, the residents of Luthu Lamweu Village currently need a group that can initiate and mobilize community engagement and enthusiasm.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Pembangunan Infrastruktur di Destinasi Pariwisata Kelas Dunia di Indonesia Hanifah, Winda; Al-Fath, Raja
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 8, No 4 (2024): Volume 8, No.4, November 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimap.v8i4.33531

Abstract

Raja Ampat diakui secara global sebagai tujuan wisata bawah laut utama, yang menjadi rumah bagi 75% spesies terumbu karang dunia dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memiliki potensi yang signifikan untuk wisata bahari dan darat. Namun, kawasan perkotaan Waisai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini menganalisis dampak pembangunan infrastruktur terhadap pertumbuhan pariwisata di Waisai, Raja Ampat. Pendekatan kuantitatif dengan model ekonometrika simultan digunakan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi implikasi ekonomi dan sosial dari investasi infrastruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur secara signifikan meningkatkan kinerja pariwisata. Dampakekonominya mencakup peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan konsumsi rumah tangga, dan kontribusi positif padapertumbuhan ekonomi daerah. Secara sosial, pembangunan infrastrukturmendukung pengurangan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunanmanusia, dan penurunan pengangguran. Penelitian ini menekankanpentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untukmemastikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, ramahlingkungan, dan inklusif bagi masyarakat lokal. Rekomendasi yang diberikan bertujuan membantu pembuat kebijakan dalam mengoptimalkaninvestasi infrastruktur guna mendukung pengembangan pariwisata serta pemerataan pembangunan. Hasil studi ini memperkuat urgensipembangunan infrastruktur di wilayah prioritas seperti Waisai, tidak hanyauntuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkankesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Sinergi Perencanaan Kawasan Integrated Green City dan Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Desa Bareuh, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar Hanifah, Winda; Hasan, Zainuddin; Al-Fath, Raja
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i2.44731

Abstract

Pembangunan perkotaan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara perencanaan tata ruang yang baik dan keterlibatan aktif masyarakat. Kota Jantho, sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, memiliki peran strategis dalam struktur wilayah berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh Besar. Namun, perkembangan Kota Jantho masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyediaan infrastruktur hijau dan integrasi kawasan peri-urban seperti Desa Barueh. Desa ini memiliki potensi besar sebagai kawasan penyangga dengan konsep Integrated Green City, tetapi masih mengalami keterbatasan dalam infrastruktur dan aksesibilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan kawasan hijau di Kota Jantho, khususnya melalui perencanaan yang selaras dengan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi Focus group Discussion dengan pemangku kepentingan, serta perancangan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan ruang hijau dan infrastruktur ramah lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terdapat enam pilar utama untuk perencanaan kawasan Desa Bareuh yaitu penyediaan ruang terbuka hijau, transportasi berkelanjutan, pengelolaan air dan limbah, bangunan hijau, energi terbarukan, serta partisipasi masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dapat meningkatkan kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan, Desa Barueh berpotensi berkembang menjadi kawasan hijau yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Persepsi Petani terhadap Infrastruktur Pendukung Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Arafah, Yunita; Ulia, Rahmatul; Hanifah, Winda
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 8, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jppe.v8i2.5291

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan merupakan strategi pengembangan regional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan integrasi antardaerah. Distrik Tangse di Kabupaten Pidie telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan karena potensi produksi pertaniannya yang tinggi; namun, kawasan ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang mempengaruhi efektivitas sistem agribisnisnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur pendukung di kawasan agropolitan dan menganalisis persepsi petani terhadap fungsionalitasnya. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan indeks persepsi. Hasil menunjukkan bahwa Kabupaten Tangse memiliki produksi pertanian yang tinggi, terutama dalam komoditas jagung, padi, cabai, durian, kopi, dan kakao, yang mendukung potensinya sebagai kawasan agropolitan. Namun, persepsi petani terhadap kondisi infrastruktur bervariasi secara signifikan. Sistem irigasi mendapatkan skor tertinggi sebesar 85,8% (sangat baik), menunjukkan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Jalan desa dinilai baik dengan skor 64,4%, meskipun persepsi positif tidak merata di seluruh desa. Jalan antar desa dan jalan desa ke kota dinilai moderat (55,0%) akibat kerusakan jalan yang parah. Infrastruktur pasar dan gudang penyimpanan mendapatkan skor terendah sebesar 37,0% dan 34,4% (buruk), disebabkan oleh ketidakhadiran pasar yang aktif dan penggunaan fasilitas penyimpanan yang minim. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tangse masih menghadapi tantangan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas jalan, mendirikan pasar lokal yang dikelola dengan baik, dan merevitalisasi gudang penyimpanan merupakan hal yang esensial untuk memperkuat rantai agribisnis, meningkatkan daya tawar petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.