Bola basket menuntut penguasaan teknik individu, dan free throw merupakan situasi strategis yang membutuhkan kontrol gerak stabil. Secara fisik, kekuatan otot lengan diduga berperan dalam menghasilkan dorongan bola yang konsisten sehingga akurasi tembakan meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dengan keterampilan shooting free throw pada pemain KU-16 Klub Bola Basket Human Kota Malang. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan total sampling (n=15). Kekuatan otot lengan diukur melalui push-up 1 menit (acuan Sajoto, 1995), sedangkan kemampuan free throw diukur dengan tes 5 percobaan. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, dan korelasi Pearson menggunakan SPSS 26. Rata-rata push-up 30,80±7,60 dan rata-rata free throw 3,33±0,98; data berdistribusi normal (p>0,05) dan linear (p deviasi=0,066). Uji Pearson menunjukkan korelasi positif signifikan (r=0,665; p=0,007). Disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan berhubungan dengan akurasi free throw, sehingga latihan penguatan lengan yang terprogram perlu dipadukan dengan pembinaan teknik shooting. Temuan ini memberi dasar empiris bagi pelatih untuk memprioritaskan latihan kekuatan ringan–sedang (push-up, beban, resistance band) pada fase pembinaan, tanpa mengabaikan koordinasi, kestabilan, dan konsentrasi saat eksekusi.
Copyrights © 2026