Tren pendidikan karakter dan krisis kejujuran mendorong perlunya strategi pembelajaran yang memberi pengalaman nyata agar siswa mampu menginternalisasi nilai moral secara konsisten. Pembelajaran sepak bola pada mata pelajaran PJOK dipandang berpotensi menjadi media pembiasaan perilaku jujur sekaligus penguatan sikap belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan kontribusi pembelajaran sepak bola terhadap pembentukan nilai kejujuran serta partisipasi (sikap belajar) siswa di SMP Negeri 3 Sampolawa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket persepsi sebagai pendukung. Penelitian dilaksanakan Februari–April 2025 dengan teknik total sampling pada 83 siswa (kelas VIIA, VIIB, VIIIA, VIIIB), melibatkan guru PJOK dan observer berkualifikasi magister. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik, serta member checking. Hasil menunjukkan rata-rata pembentukan nilai kejujuran sebesar 89,30% (kategori baik), dengan indikator tertinggi “berani mengakui kesalahan” (90,25%). Partisipasi siswa rata-rata 86,32% (kategori baik), dengan kehadiran (97,68%) dan fokus (95,19%) kategori baik sekali, sementara bertanya dan memberi tanggapan kategori cukup. Disimpulkan bahwa pembelajaran sepak bola berpotensi menjadi sarana pembentukan kejujuran dan penguatan sikap belajar, sehingga perlu dikelola dengan aturan jelas, konsekuensi konsisten, keteladanan, pengawasan, dan refleksi.
Copyrights © 2026