Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena kepercayaan terhadap zodiak sebagai bentuk syirik modern dalam perspektif aqidah Islam, khususnya di kalangan mahasiswa Muslim. Melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis normatif-teologis, penelitian ini mengkaji dalil Al-Qur’an, hadis shahih, serta literatur akademik kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap zodiak termasuk dalam kategori syirik aṣghar (syirik kecil), sebab ia mengalihkan keyakinan tentang penetapan takdir dan karakteristik personal dari Allah SWT kepada benda langit. Fenomena ini dipicu oleh paparan intensif media sosial, efek Barnum, kebutuhan akan validasi diri, serta rendahnya literasi keagamaan—terutama dalam membedakan antara astronomi (mubah/mandub) dan astrologi (haram). Dampaknya bersifat multidimensi: (1) pelemahan fondasi tauhid, (2) munculnya ketergantungan psikologis pada prediksi eksternal, dan (3) distorsi dalam pertimbangan akhlak serta pengambilan keputusan sehari-hari. Sebagai respons, penelitian ini merekomendasikan strategi berbasis pendekatan holistik: integrasi modul kritis-zodiak dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI), penguatan dakwah dialogis berbasis komunitas kampus, serta pengembangan kampanye digital edukatif yang memanfaatkan influencer Muslim muda. Temuan ini berkontribusi pada perluasan wacana akademik mengenai bentuk-bentuk syirik terselubung di era digital sekaligus menawarkan model intervensi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026