Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2024 mencapai 43,34 poin, masih berada pada kategori sedang dengan disparitas signifikan antar kelompok usia. Kelompok lansia (≥60 tahun) menjadi segmen paling rentan kesenjangan digital, dengan penetrasi internet di bawah 30% dibandingkan generasi Z (87,02%) dan milenial (90,35%). Di Kabupaten Pandeglang, tantangan diperparah oleh karakteristik wilayah rural dan tingkat pendidikan terbatas (18,24% penduduk tidak tamat sekolah dasar). Penelitian ini bertujuan meningkatkan indeks literasi digital lansia melalui pendekatan partisipatif berbasis hands-on training pada dua kompetensi kritis: (1) transaksi digital aman menggunakan QRIS, dan (2) deteksi hoaks melalui platform CekFakta.com. Metode pelaksanaan melibatkan 35 lansia di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, melalui pre-test/post-test menggunakan instrumen IMDI versi adaptasi Komdigi 2024. Hasil yang diharapkan: peningkatan skor literasi digital minimal 15 poin, 80% peserta mampu melakukan transaksi QRIS mandiri, dan 75% peserta mampu memverifikasi informasi hoaks menggunakan platform digital. Luaran kegiatan berupa modul saku visual berbahasa Sunda-Banten, video dokumentasi edukatif, dan rekomendasi kebijakan integrasi literasi digital lansia dalam program Posbindu.
Copyrights © 2026