Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Dari Efisiensi Menuju Resiliensi: Transformasi Strategi Perusahaan Multinasional dalam Menghadapi Fragmentasi Geopolitik dan Dekopling Ekonomi

Timothy Josia Pratama Padang (Unknown)
Muhammad Dzaki Hamim (Unknown)
Yenni Devika Silalahi (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Feb 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perusahaan multinasional (MNC) mengubah strategi bisnisnya dari orientasi pada efisiensi menuju resiliensi dalam menghadapi tantangan fragmentasi geopolitik dan dekopling ekonomi global. Kondisi geopolitik yang semakin kompleks, disertai dengan meningkatnya proteksionisme dan fragmentasi rantai pasok internasional, mendorong MNC untuk menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif, fleksibel, dan tangguh terhadap risiko eksternal. Transformasi strategi ini melibatkan diversifikasi pasar, restrukturisasi rantai pasok, penguatan kapabilitas digital, dan adaptasi model bisnis yang lebih responsif terhadap perubahan global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada beberapa perusahaan multinasional yang beroperasi di sektor manufaktur dan teknologi tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajemen senior, analisis dokumen perusahaan, serta laporan industri dan publikasi terkait. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi strategi-strategi yang diterapkan, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap daya tahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi strategi dari efisiensi menuju resiliensi memungkinkan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar atau rantai pasok, memperkuat kemampuan adaptasi terhadap gangguan eksternal, dan meningkatkan kemampuan inovasi. MNC yang berhasil mengimplementasikan strategi resiliensi cenderung lebih tangguh dalam menghadapi volatilitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Namun, transformasi ini membutuhkan investasi signifikan dalam teknologi, pengembangan kapabilitas internal, dan perubahan budaya organisasi.

Copyrights © 2026