Penelitian ini membahas keterlibatan emosional audiens terhadap animasi stop motion melalui integrasi antara desain visual tekstural dan desain suara sinematik. Pendekatan kualitatif digunakan dengan melibatkan 20 mahasiswa di Kota Batam sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis storyboard, serta wawancara mendalam yang dilakukan tanpa daftar pertanyaan baku untuk mendorong respon yang lebih spontan, reflektif, dan autentik sesuai pengalaman emosional partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan visualitas haptik dengan desain suara bertempo lambat dan berkarakter minor mampu menimbulkan perasaan sedih, empati, dan keikhlasan. Tekstur material nyata, pencahayaan lembut, dan ritme gerak lambat memperkuat resonansi emosional antara audiens dan karakter. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan emosional suara setara dengan visual, dan sinergi keduanya menciptakan pengalaman sinestetik yang mendalam. Penelitian ini memberikan kontribusi baru terhadap kajian animasi stop motion melalui pendekatan interdisipliner antara psikologi emosi, teori musik, dan desain visual sinematik.
Copyrights © 2025