Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku usaha dalam memasarkan Cabai Katokkon khas Toraja serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari 15 petani, 10 pedagang, dan 5 pelaku UMKM di Kabupaten Tana Toraja. Analisis strategi dilakukan menggunakan kerangka SWOT yang diolah melalui Matriks IFAS dan EFAS. Hasil perhitungan Matriks IFAS adalah 2.19, mengindikasikan bahwa kondisi internal usaha lebih didominasi oleh Kelemahan. Sementara itu, Skor EFAS adalah 2.50, menunjukkan bahwa Peluang eksternal berada dalam posisi netral atau seimbang dengan Ancaman. Posisi strategis ini menempatkan pemasaran Cabai Katokkon pada Kuadran II (Strategi Diversifikasi/Turnaround), yang memerlukan perbaikan internal. Faktor Kelemahan paling kritis adalah rendahnya pengetahuan budidaya (W5) yang menjadi bottleneck utama bagi konsistensi kualitas (W2). Prioritas strategi utama yang direkomendasikan adalah Strategi WT (Defensif): Akselerasi peningkatan mutu budidaya dan efisiensi rantai pasok untuk memitigasi Ancaman iklim dan kenaikan biaya input. Strategi ini kemudian didukung oleh Strategi SO (Agresif), yaitu penguatan brand digital premium dan diversifikasi produk olahan untuk memanfaatkan tren pasar pedas dan e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah Strategi pemasaran Cabai Katokkon menghadapi masalah mendasar, yaitu kontradiksi antara ambisi dan realitas. Disatu sisi, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi brand premium karena sudah dikenal luas di luar Toraja dan dianggap unik (Kekuatan S1 & S4). Disisi lain, potensi ini terhalang oleh titik kemacetan (bottleneck) utama: rendahnya keterampilan budidaya yang berujung pada kualitas produk yang tidak konsisten.
Copyrights © 2026