Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Produk, Proses, Dan Pemasaran Pada Agribisnis Cabai Katokkon (Capsicum Chinense Jacquin) Sebagai Komoditas Unggulan Di Tana Toraja Somalinggi, Selfina; Rahman, Syamsul
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.5015

Abstract

Cabai Katokkon adalah komoditas hortikultura unggulan Tana Toraja dengan nilai ekonomi dan cita rasa khas yang tinggi sepertti aroma yang khas dan tingkat kepedasan yang mencapai 400.000 – 600.000 SHU. Namun, daya saing komoditas ini di pasar global masih rendah akibat kurangnya inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan jenis inovasi yang dapat diterapkan pada Cabai Katokkon, meliputi inovasi produk, proses, dan pemasaran. Data primer diperoleh melalui survei dan wawancara mendalam dengan petani, UMKM, dan pemangku kepentingan di Kabupaten Tana Toraja. Analisis deskriptif dan kualitatif digunakan untuk memetakan kondisi eksisting dan mengidentifikasi kesenjangan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi produk sangat dibutuhkan dalam bentuk olahan turunan (sambal kemasan, flake cabai, dan oleoresin) untuk memperpanjang daya simpan dan diversifikasi pasar. Inovasi proses diperlukan pada aspek pasca panen beruba berbagai jenis olahan cabai katokkon yang meliputi Sambal katokkon, saos cabai katokkon, bubuk cabai dan cabe kering. Sementara itu, inovasi pemasaran harus didorong melalui digitalisasi dan branding yang kuat. Hasil identifikasi ini menjadi landasan strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing Cabai Katokkon
Strategi Pemasaran Cabai Katokkon dengan metode Analisis SWOT dan Prioritas Rekomendasi di Kabupaten Tana Toraja Somalinggi, Selfina; Rahman, Syamsul; Ibrahim, Helda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5131

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh pelaku usaha dalam memasarkan Cabai Katokkon khas Toraja serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan daya saing produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari 15 petani, 10 pedagang, dan 5 pelaku UMKM di Kabupaten Tana Toraja. Analisis strategi dilakukan menggunakan kerangka SWOT yang diolah melalui Matriks IFAS dan EFAS. Hasil perhitungan Matriks IFAS adalah 2.19, mengindikasikan bahwa kondisi internal usaha lebih didominasi oleh Kelemahan. Sementara itu, Skor EFAS adalah 2.50, menunjukkan bahwa Peluang eksternal berada dalam posisi netral atau seimbang dengan Ancaman. Posisi strategis ini menempatkan pemasaran Cabai Katokkon pada Kuadran II (Strategi Diversifikasi/Turnaround), yang memerlukan perbaikan internal. Faktor Kelemahan paling kritis adalah rendahnya pengetahuan budidaya (W5) yang menjadi bottleneck utama bagi konsistensi kualitas (W2). Prioritas strategi utama yang direkomendasikan adalah Strategi WT (Defensif): Akselerasi peningkatan mutu budidaya dan efisiensi rantai pasok untuk memitigasi Ancaman iklim dan kenaikan biaya input. Strategi ini kemudian didukung oleh Strategi SO (Agresif), yaitu penguatan brand digital premium dan diversifikasi produk olahan untuk memanfaatkan tren pasar pedas dan e-commerce. Kesimpulan penelitian ini adalah Strategi pemasaran Cabai Katokkon menghadapi masalah mendasar, yaitu kontradiksi antara ambisi dan realitas. Disatu sisi, produk ini memiliki potensi besar untuk menjadi brand premium karena sudah dikenal luas di luar Toraja dan dianggap unik (Kekuatan S1 & S4). Disisi lain, potensi ini terhalang oleh titik kemacetan (bottleneck) utama: rendahnya keterampilan budidaya yang berujung pada kualitas produk yang tidak konsisten.