Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
Copyrights © 2026