Jamur susu harimau (Lignosus rhinocerus) merupakan tumbuhan langka yang telah lama digunakan secara tradisional dan memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri dan antioksidan, terutama di tengah meningkatnya masalah resistensi antibiotik. Hal ini didukung oleh kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid, tannin, alkaloid, dan saponin yang berperan penting dalam melawan infeksi bakteri patogen dan menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol jamur susu harimau terhadap bakteri Gram-positif Staphylococcus aureus dan Gram-negatif Escherichia coli, serta mengevaluasi kapasitas antioksidannya menggunakan dua metode komplementer, yaitu DPPH dan FRAP. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dari serbuk simplisia, dan pengujian aktivitas dilakukan pada tiga variasi konsentrasi: 50%, 60%, dan 70%. Hasil uji antibakteri menunjukkan aktivitas yang kuat dan bersifat konsentrasi-tergantung. Pada konsentrasi 70%, diameter zona hambat mencapai 20,40 mm untuk S. aureus dan 16,30 mm untuk E. coli. Pada uji antioksidan, ekstrak menunjukkan kemampuan yang signifikan dengan nilai IC50 sebesar 86,15 ppm (metode DPPH) dan 77,13 ppm (metode FRAP), yang termasuk dalam kategori kuat. Secara keseluruhan, hasil ini tidak hanya mengonfirmasi potensi jamur susu harimau sebagai sumber senyawa bioaktif alami, tetapi juga memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk pengembangannya lebih lanjut sebagai agen terapeutik baru dalam mengatasi infeksi bakteri dan mitigasi stres oksidatif.
Copyrights © 2026