Kabupaten Majene, sebagai wilayah pesisir di Sulawesi Barat, menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan transportasi publik yang inklusif dan efisien, ditandai dengan ketergantungan pada kendaraan pribadi dan keterbatasan data spasial untuk perencanaan transportasi. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pendekatan berbasis bukti untuk mendukung transformasi digital di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) melalui system transportasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola pergerakan masyarakat Majene dan merancang strategi transportasi cerdas berbasis smart village. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kuantitatif dan analisis spasial berbasis Geographic Information System (GIS), dengan pengumpulan data primer melalui survei daring dan observasi lapangan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Luaran yang dihasilkan berupa peta pola perjalanan, analisis spasial rute mobilitas utama, dan strategi transportasi berkelanjutan yang aplikatif. Penelitian ini mengisi celah dalam pengembangan mobilitas cerdas di wilayah rural pesisir melalui integrasi teknologi dan partisipasi komunitas.
Copyrights © 2026