Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan akhlak dan karakter pada jenjang remaja awal dengan berlandaskan pada konsep teologis Yahdi lillatī Hiya Aqwam (QS. Al-Isrā': 9). Di tengah krisis degradasi moral dan disrupsi digital yang melanda pelajar kontemporer, diperlukan paradigma pendidikan yang tidak hanya bersifat formalistik, tetapi mampu menyentuh kedalaman nurani peserta didik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan riset lapangan (field research), penelitian ini mengambil studi kasus pada santriwati Kelas 8 Wustho di Ma'had Al-Imam An-Nasa'i Balikpapan. Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik yang meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasionalisasi konsep Aqwam diwujudkan melalui lima pilar integratif: internalisasi tauhid sebagai fondasi integritas, pemanfaatan Al-Qur'an sebagai instrumen rehabilitasi mental (syifa’), supremasi keteladanan (uswah) pendidik, mekanisme kontrol berbasis konsekuensi amal, serta penciptaan ekosistem pendidikan yang holistik. Implementasi ini terbukti efektif mentransformasi pola kepatuhan santri dari yang semula bersifat mekanis menjadi organik (kesadaran muraqabah), serta membangun resiliensi moral terhadap pengaruh negatif media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa paradigma Aqwam menawarkan solusi preventif yang tangguh dalam mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus luhur secara akhlak di era modern.
Copyrights © 2026