Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil capaian awal pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebesar 30%. Hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model Think Pair Share. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SDN 108/II Perumnas yang berjumlah 20 peserta didik. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini terdiri dari dua siklus setiap siklus memiliki dua kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun 2025 di SDN 108/II Perumnas. Hasil analisis yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan dari siklus ke siklus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Think Pair Share dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas III SDN 108/II Perumnas, hal ini dilihat dari proses mengajar pendidik pada siklus I pertemuan 1 mencapai 69% dan pertemuan 2 mencapai 86%. Sedangkan siklus II pertemuan 1 menjadi 90% dan pertemuan 2 mencapai 100% dengan kategori sangat baik. Kemudian, proses belajar peserta didik dari 50% menjadi 65% pada siklus I, lalu meningkat dari 80% menjadi 90% pada siklus II. Hasil belajar peserta didik awal hanya 30%, kemudian menjadi 75% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan Maka penelitian tindakan kelas dalam penggunaan model Think Pair Share berbantu media video animasi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Copyrights © 2026