Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir sebagai pusat pengrajin kain tenun songket sangat berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata budaya. Potensi wisata Desa Limbang Jaya dapat dikembangkan melalui aktivitas para pengrajin tenun songket yang masih konsisten menggunakan alat tenun tradisional. Selain itu, corak dan motif kain songket otentik yang masih terjaga sampai saat ini. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Desa Limbang Jaya, yang ke depannya akan dikembangkan sebagai desa wisata, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Limbang Jaya. Oleh karena itu tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih masyarakat Desa Limbang Jaya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi desa wisata. Peserta dalam kegiatan ini adalah pengrajin muda berjumlah 20 orang, kemudian tim pelaksana terdiri atas 1 orang ketua dengan 3 orang anggota yang merupakan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, serta keterlibatan 5 mahasiswa, yang kompetensi dan perannya sesuai dengan bidang kepakaran. Metode dalam kegiatan ini yaitu menggunakan teknik participatory rural appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi masyarakat. Luaran dari PKM ini adalah artikel sinta 4 dan publikasi media massa. Selama pelaksanaan kegiatan PKM, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperkenalkan desa mereka sebagai pusat pengrajin songket di Sumatera Selatan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran tentang pemanfaatan media sosial dan praktik pembuatan video menggunakan teknik videografi melalui telepon genggam masing-masing, dengan pendampingan dari mahasiswa. Peserta mempelajari keterampilan dasar pembuatan video melalui telepon genggam dan dapat langsung mempraktikkannya untuk membuat konten. Kesimpulannya, para pengrajin kini memiliki kemampuan secara mandiri untuk membuat konten sederhana bagi media sosial dengan memanfaatkan telepon genggam mereka. Kata kunci: konten, komunikasi, media sosial, pariwisata
Copyrights © 2026