Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana eksistensi dinamika konflik antar anggota organisasi muncul dan menjadi budaya konflik dalam organisasi di SMP IT Najib Bariq, serta bagaimana dinamika dan konflik mampu meningkatkan kinerja SDM, bagaimana pengelolaan dinamika dan konflik tersebut menjadi manfaat atau tidak di sekolah pada SMP IT Najib Bariq Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen internal. Hasil menunjukkan bahwa budaya konflik muncul disebabkan perbedaan persepsi kerja, pembagian tugas yang tidak merata, komunikasi internal yang belum maksimal, dan keterbatasan sumber daya. Konflik yang dikelola secara konstruktif (conflict-positive) berkontribusi pada inovasi, peningkatan kualitas pengambilan keputusan, dan penguatan kerja tim. Sebaliknya, konflik disfungsional menurunkan semangat kerja dan efektivitas pelaksanaan tugas. Rekomendasi mencakup budaya kerja yang positif yang mampu menyaring setiap konflik agar mampu miningkatkan kualitas kinerja yang positif dan perlunya penguatan mekanisme musyawarah (syura), kepemimpinan partisipatif, dan evaluasi rutin terencana sera pelatihan resolusi konflik bagi guru dan tenaga kependidikan.
Copyrights © 2026