Dalam pengembangan perangkat lunak dewasa ini teknologi yang digunakan cukup beragam, mulai dari penggunaan teknologi virtual machine, bahasa terkompilasi, dan bahasa terinterpretasi. Pengembangan perangkat lunak yang secara khusus terjadi di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Brebes, yang dilakukan di beberapa sistem secara swakelola oleh pegawai internal dilakukan menggunakan virtual machine (vm), dan seiring berjalannya waktu karena perangkat yang melakukan akses berasal dari kondisi kecepatan akses internet yang beragam, muncul beberapa kendala seperti latensi dan respon yang membutuhkan waktu lama untuk menampilkan informasi. Melihat akan proses yang cepat terhadap kebutuhan informasi, maka Badan Pendapatan Daerah membutuhkan kajian terhadap bahasa pemrograman tertentu yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Kriteria yang menjadi pertimbangan selain dari penggunaan respon dan latensi adalah kondisi performa dari masingmasing bahasa pemrograman dalam menangani banyak permintaan, serta faktor skalabilitas dari lingkungan pengembangannya. Maka dengan penelitian ini diharapkan mampu menjawab bahasa pemrograman apa yang mungkin menjadi pilihan dalam pengembangan perangkat lunak di masa mendatang.
Copyrights © 2024