Resin akrilik polimerisasi panas merupakan material yang paling umum digunakan untuk basis gigi tiruan. Kebersihan gigi tiruan yang tidak dijaga dengan baik dapat menimbulkan penumpukan plak serta interaksi mikroorganisme yang menyebabkan peradangan yang disebut denture stomatitis. Salah satu mikroorganisme yang berperan menjadi penyebab denture stomatitis adalah bakteri Streptococcus mutans. Bahan desinfeksi alami yang berasal dari tanaman herbal dapat digunakan sebagai alternatif bahan kimia. Daun kemangi memiliki kandungan senyawa aktif minyak atsiri, tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menerapkan post-test only group design. Jumlah sampel sebanyak 24 plat resin akrilik polimerisasi panas berukuran 10 x 10 x 2 mm. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu perendaman dalam ekstrak daun kemangi 10% selama 15 menit dan 30 menit serta perendaman dalam akuades sebagai kontrol negatif selama 15 menit dan 30 menit. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 15 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 17.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 108.333,33 CFU/ml. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 30 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 27.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 135.000 CFU/ml. Jumlah Streptococcus mutans setelah perendaman dalam ekstrak daun kemangi lebih sedikit dibandingkan dengan hasil perendaman dalam akuades, dengan hasil independent sample T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) 10% selama 15 menit potensial menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Copyrights © 2025