Penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan budaya lokal dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kalender Bali (Pawukon) sebagai media pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya, siswa tidak hanya memahami konsep matematika secara abstrak, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan seharihari dan warisan budaya lokal. Masalah yang diidentifikasi sebelumnya adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap pola bilangan sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus katagori tinggi ada 5 orang (20%), katagori sedang 8 orang (32%), katagori rendah 5 orang (20%), sangat rendah 7 orang (28%). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa pemahaman siswa kategori sangat tinggi 2 orang 8%, katagori tinggi 8 orang (32%), kategori sedang 7 orang (28%), kategori rendah 3 orang (12%), dan kategori sangat rendah 5 orang (20%). Pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dari pemahaman pola bilangan siswa kategori sangat tinggi 8 orang (32%), kategori tinggi 13 orang (52%), kategori sedang 2 orang (8%), kategori rendah 2 orang (8%), dan kategori sangat rendah tidak ada. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I yang tuntas KKTP ada 10 siswa atau sebesar 40%, sedangkan siswa yang belum tuntas KKTP ada 15 siswa atau sebesar 60%. Siklus II yang tuntas KKTP ada 21 siswa atau sebesar 84%, sedangkan yang belum tuntas KKTP ada 4 siswa atau sebesar 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalender Bali sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2025