Sukanti, Ni Wayan Erni
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN CHROMEBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA RAKYAT SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; Karmini, Ni Nyoman; Raka, I Nyoman
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 22 No 3 (2024): Edisi Khusus Desember 2024 SULUH PENDIDIKAN: Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v22i3.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Problem-Based Learning (PBL) yang didukung dengan media Chromebook dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menceritakan kembali isi cerita rakyat di kelas VI SD Negeri 1 Kesiut Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Masalah yang diidentifikasi dalam pembelajaran sebelumnya adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi tersebut, yang disebabkan oleh kurangnya strategi pengajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media Chromebook dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada siklus I, 76% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Belajar (KKTP), dan pada siklus II, persentase siswa yang mencapai KKTP meningkat menjadi 96%. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model PBL dengan media yang inovatif dapat meningkatkan keterlibatan dan fokus siswa dalam pembelajaran, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan.
PENGARUH MEDIA PAWUKON TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.946

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan budaya lokal dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kalender Bali (Pawukon) sebagai media pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya, siswa tidak hanya memahami konsep matematika secara abstrak, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan seharihari dan warisan budaya lokal. Masalah yang diidentifikasi sebelumnya adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap pola bilangan sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus katagori tinggi ada 5 orang (20%), katagori sedang 8 orang (32%), katagori rendah 5 orang (20%), sangat rendah 7 orang (28%). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa pemahaman siswa kategori sangat tinggi 2 orang 8%, katagori tinggi 8 orang (32%), kategori sedang 7 orang (28%), kategori rendah 3 orang (12%), dan kategori sangat rendah 5 orang (20%). Pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dari pemahaman pola bilangan siswa kategori sangat tinggi 8 orang (32%), kategori tinggi 13 orang (52%), kategori sedang 2 orang (8%), kategori rendah 2 orang (8%), dan kategori sangat rendah tidak ada. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I yang tuntas KKTP ada 10 siswa atau sebesar 40%, sedangkan siswa yang belum tuntas KKTP ada 15 siswa atau sebesar 60%. Siklus II yang tuntas KKTP ada 21 siswa atau sebesar 84%, sedangkan yang belum tuntas KKTP ada 4 siswa atau sebesar 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalender Bali sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa di kelas IV SD Negeri 1 Kesiut Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Masalah yang diidentifikasi dalam pembelajaran sebelumnya adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa terhadap materi IPA, yang disebabkan oleh kurangnya strategi pengajaran yang menarik dan rendahnya kemampuan siswa. Data yang di peroleh jumlah siswa Kelas IV SD Negeri 1 Kesiut adalah 24 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus katagori tinggi ada 4 orang (17%), katagori sedang 7 orang (29%), katagori rendah 6 orang (25%), sangat rendah 7 orang (29%). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kategori tinggi 38%, kategori sedang 33%, kategori rendah 17%, dan kategori sangat rendah 12%. Pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dari kemampuan berpikir kritis siswa kategori sangat tinggi 54%, kategori tinggi 33%, kategori sedang 8%, kategori rendah 5%, dan kategori sangat rendah tidak ada. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I yang tuntas KKTP ada 9 siswa atau sebesar 38%, sedangkan siswa yang belum tuntas KKTP ada 15 siswa atau sebesar 62%. Siklus II yang tuntas KKTP ada 21 siswa atau sebesar 87%, sedangkan yang belum tuntas KKTP ada 3 siswa atau sebesar 13%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 6 SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; I Ketut Sudarsana; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Make a Match dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia di kelas VI SD Negeri 1 Kesiut Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Masalah yang diidentifikasi dalam pembelajaran sebelumnya adalah rendahnya kemampuan berbahasa Indonesia siswa terhadap materi tersebut, yang disebabkan oleh kurangnya strategi pengajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa secara signifikan. Pada siklus I 60 % siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Belajar (KKTP), dan pada siklus II, persentase siswa yang mencapai KKTP meningkat menjadi 88%. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model Make a Match dengan media yang inovatif dapat meningkatkan keterlibatan dan fokus siswa dalam pembelajaran, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan.