Penelitian ini menganalisis implementasi Model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri 1 Bongancina. Berbeda dengan pendekatan konvensional, model ini mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa. Menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dalam dua siklus pembelajaran, penelitian ini melibatkan 10 siswa sebagai subjek. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar, dengan rata-rata nilai post-test meningkat sebesar 35% dibandingkan pre-test. Observasi juga mengindikasikan bahwa keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah mengalami peningkatan yang nyata. Angket respons siswa menunjukkan bahwa 90% siswa merasa lebih termotivasi dan aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, PBL berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan inovatif dalam pendidikan IPA di sekolah dasar.
Copyrights © 2025