Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Model Guided Discovery Learning Berorientasi Pembelajaran Abad 21 Bermuatan Tri Kaya Parisudha Winangun, I Made Ari; Wiguna, I Komang Wahyu; Tristaningrat, Made Adi Nugraha
Mimbar Ilmu Vol 26, No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i3.39893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (i) menghasilkan model guided discovery berorientasi pembelajaran Abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha; (ii) menghasilkan model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha yang valid. Model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha mengkaitkan keterampilan pada pembelajaran abad 21, yaitu critical thinking, collaboration, communication, dan creativity dengan konsep Tri Kaya Parisudha, yaitu Manacika, Wacika, dan Kayika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain dan produk (Design and Development) dengan menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek pada penelitian ini terdiri atas 2 orang ahli, 5 orang mahasiswa, dan 5 orang guru sekolah dasar. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (i) bentuk pengembangan model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha berupa sintaks model discovery learning berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha; (ii) pengembangan model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21  bermuatan Tri Kaya Parisudha secara empiris telah menunjukkan validitasnya baik berdasarkan hasil ahli bahasa, ahli konten, respon mahasiswa, maupun respon guru SD yang memberikan penilaian pada kategori sangat baik.
Efektivitas Penggunaan Software Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi Covid-19 pada Guru SD Negeri 2 Abiansemal I Gusti Ayu Agung Sinta Diarini; I Made Ari Winangun
Jurnal Penelitian Agama Hindu Special Issue Budaya & Pendidikan
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.92 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v0i0.1608

Abstract

Most of the teachers at SD Negeri 2 Abiansemal have not been able to carry out online learning to the fullest during the Covid-19 pandemic. This causes the learning process to run monotonously. Therefore, efforts are needed to maximize the ability of teachers to use online learning software. This effort was carried out in the form of research that aims to analyze the effectiveness of using online learning software during the Covid-19 pandemic for teachers at SD Negeri 2 Abiansemal. This research is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design model. The population and sample of this study were all 16 teachers at SD Negeri 2 Abiansemal. The instrument used is the SAMR model test. Data analysis in this study was paired t-test as a difference test and N-gain as an effectiveness test. The results of this study indicate that the use of online learning software during the Covid-19 pandemic for teachers at SD Negeri 2 Abiansemal is effective in improving teaching abilities. (pretest < posttest = 64.06 < 92.19; tcount > ttable = 25,422 > 2,131; sig.(2-tailed) < α; N-gain = 79,98%).
KOMPARASI PENGARUH MODEL PBL DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA I MADE ARI WINANGUN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan PBL, discovery learning, dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Amlapura tahun pelajaran 2015/2016. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIA 3, X MIA 4, dan X MIA 5. Data yang diperoleh dianalisis dengan MANOVA. Hasil analisis, menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah fisika dan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan PBL, discovery learning, dan model pembelajaran langsung (F=19,742; p
Project Based Learning: Strategi Pelaksanaan Praktikum IPA SD Dimasa Pandemi Covid-19 I Made Ari Winangun
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.679 KB) | DOI: 10.55115/edukasi.v2i1.1388

Abstract

The Covid-19 pandemic has revolutionized the learning implementation system which was initially implemented face-to-face and turned into online learning. The strategy for implementing science practicum in elementary schools in this study is carried out by applying an innovative learning model, namely project based learning with a scientific approach that is able to develop 21st century learning skills, namely critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Examples of the implementation of elementary science practicum with the application of project based learning, namely the content of elementary school science lessons in class V semester II, Theme 7 (Events in Life), Sub-theme 1 (National Events of the Colonial Period), in learning 1, 2 and 5. The strategy for implementing natural science practicum in elementary schools is expected to be able to increase student interest, skills, and independence in learning and reduce student boredom in online learning which seems monotonous.Keywords: project based learning, science practicum in elementary schools
Media Berbasis Budaya Lokal dalam Pembelajaran IPA SD I Made Ari Winangun
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.317 KB) | DOI: 10.55115/edukasi.v1i1.529

Abstract

Media is an introduction to communication, one of which is in the learning process. Media as an introduction in the learning process is very necessary to bridge students in learning science. One type of media that is applied in elementary science learning is local culture-based media. The use of this media, is able to increase the understanding and achievement of student learning because learning science elementary schools that are based on local culture is very close to the daily lives of students. In this study a mapping of elementary school science learning grade IV is in accordance with the theme in the 2013 curriculum. Each theme that discusses the subject of natural science is presented through the local culture of Bali in accordance with the learning content. Local culture-based media in learning can be in the form of teaching materials or student worksheets. The presence of local culture-based media is able to increase students' motivation and learning activities which lead to increased learning outcomes. Keywords: Local Culture Based Media, Elementary Science Learning
Model Guided Discovery Learning Berorientasi Pembelajaran Abad 21 Bermuatan Tri Kaya Parisudha I Made Ari Winangun; I Komang Wahyu Wiguna; Made Adi Nugraha Tristaningrat
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i3.39893

Abstract

Pihak guru tidak dapat memastikan seluruh siswa mampu belajar daring dengan baik atau dengan kata lain kualitas belajar daring tidak dapat berjalan seoptimal pembelajaran tatap muka. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan model guided discovery berorientasi pembelajaran Abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain dan produk (Design and Development) dengan menggunakan Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek pada penelitian ini terdiri atas 2 orang ahli, 5 orang mahasiswa, dan 5 orang guru sekolah dasar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang diguankan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha secara empiris telah menunjukkan validitasnya baik berdasarkan hasil ahli bahasa, ahli konten, respon mahasiswa, maupun respon guru SD yang memberikan penilaian pada kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha layak diterapkan dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini yaitu model guided discovery berorientasi pembelajaran abad 21 bermuatan Tri Kaya Parisudha dapat membangun karakter siswa.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN SD I Made Ari Winangun
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 4 No 5 (2020): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Mei
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.222 KB) | DOI: 10.52160/e-jmp.v4i5.722

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada mata kuliah Media Pembelajaran SD semester III A1 Prodi PGSD STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah model discovery learning berbasis digital dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Metode pengumpulan data motivasi belajar diperoleh dari hasil kuesioner motivasi belajar dan data hasil belajar diperoleh dari tes hasil belajar pada tiap siklusnya. Metode analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model discovery learning berbasis digital dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa yang ditunjukkan melalui skor rata-rata yang diperoleh. Rata-rata skor awal motivasi belajar mahasiswa 70,84 naik pada siklus I menjadi 77,11 dan pada siklus II menjadi 83,26 dengan predikat tinggi. Selanjutnya, rata-rata skor awal hasil belajar mahasiswa 65,39 pada siklus I naik menjadi 73,81 dan pada siklus II kembali naik menjadi 80,55 dengan predikat baik.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Literasi Berbasis Kearifan Lokal I Made Ari Winangun
Maha Widya Duta : Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/duta.v4i2.861

Abstract

The results of an educational process not only produce intelligent and skilled humans, but also people who have character. Therefore, it is necessary to develop character education. One concrete effort that can be implemented is literacy activities. Literacy is a activity including reading, writing, understanding, and communicating information in order to obtain the meaning and message contained in the information. Literacy that is carried out in an effort to improve character education is based on local wisdom literacy. This literacy can be done through several Balinese local wisdom products in the form of folklore, song art, as well as information on various religious holidays that are closely related to the values and order of life of the Balinese people. Through this activity, students 'interest in reading will increase because literacy activities are carried out close to students' daily lives. In addition, messages obtained in literacy activities will direct students to behave in a positive direction. Keywords: strengthening character education, literacy, local wisdom
PENERAPAN MODEL ONLINE COLABORATIVE LEARNING BERBASIS TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILLS DAN HASIL BELAJAR MAPEL SD IPA 1 MAHASISWA I Made Ari Winangun
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1082

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai bentuk optimalisasi proses pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan social skills dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Mapel SD IPA 1 kelas A semester III setelah penerapan model online collaborative learning berbasis Tri Kaya Parisudha. Penelitian yang dilaksanakan termasuk penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan adalah social skills dan hasil belajar mahasiswa pada tiap siklusnya. Metode analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata social skills pada siklus I 73,89 naik menjadi 80,19 pada siklus II dengan predikat baik. Begitu pula, skor rata-rata hasil belajar mahasiswa pada siklus I 73,47 naik menjadi 78,00 pada siklus II dengan predikat baik dan tingkat ketuntasan 100%. Berdasarkan hasil di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa model online collaborative learning berbasis Tri Kaya Parisudha dapat meningkatkan social skills dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Mapel SD IPA 1 kelas A semester III Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Analisis Problematika Proses Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar I Made Ari Winangun
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/edukasi.v3i1.2294

Abstract

Science learning in elementary school experiences various basic problems. Based on the exploration results, it was found that: (i) the problems of implementing the learning model experienced were the teacher's mind set and comfort zone in teaching; (ii) the problem with using learning media is the teacher's ability to observe the characteristics of students; (iii) the problem of science laboratory learning design in elementary schools is optimizing the existence of laboratory facilities and/or infrastructure to improve the quality of learning; and (iv) the problems of facilities in science learning are the availability of learning resources, flexibility and accessibility of learning resources, and the existence of science practicum facilities and/or infrastructure in elementary schools.