Dari hasil wawancara dengan guru kelas serta studi dokumen, ditemukan rendahnya tingkat berpikir kritis siswa untuk mata pelajaran matematika. Masalah ini dapat diselesaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD No. 2 Dalung dengan total 28 siswa, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar angket untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kritis dan tes tertulis untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada tiap siklusnya yaitu pada siklus I sebesar 87,62% (Baik), meningkat pada siklus II menjadi 91,18% (Sangat Baik); (2) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa, terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I sebesar 82,60, siklus II sebesar 86,60. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat dari 81,48% pada siklus I menjadi sebesar 88,85% pada siklus II.
Copyrights © 2025