Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan Pakeliran Wayang Fabel (Wayang Tantri) sebagai media pendidikan seks informal bagi anak SD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan wayang fabel tidak hanya menanamkan nilai budi pekerti dan norma, tetapi juga pendidikan seks secara alami melalui keterlibatan anak-anak sebagai dalang cilik. Aktivitas ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dan pendidikan karakter berbasis budaya, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan aktivitas budaya. Wayang fabel juga membantu memfilter pengaruh negatif media modern serta meningkatkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya tradisional. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian seni tradisional dalam pembelajaran sekolah untuk menanamkan nilai moral yang kontekstual dan menyenangkan.
Copyrights © 2025