Penelitian ini menganalisis relevansi konsep tabayyun dalam Al-Qur’an terhadap fenomena misinformasi dan disinformasi di era literasi digital modern. Berangkat dari kegelisahan akademik atas meningkatnya information disorder di masyarakat Muslim, kajian ini mengintegrasikan analisis tafsir tematik terhadap QS. al-Hujurāt [49]:6, QS. al-Isrā’ [17]:36, dan QS. an-Nūr [24]:11–16 dengan kerangka Media and Information Literacy (MIL) UNESCO serta tantangan kontemporer seperti disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan tafsir maudhu‘i, penelitian ini menemukan bahwa tabayyun berfungsi sebagai protokol epistemik yang mencakup verifikasi informasi, integritas moral, dan akuntabilitas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Qur’ani dengan kerangka literasi media modern dapat membentuk model literasi digital yang lebih komprehensif dan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan metodologi kajian Al-Qur’an dan menawarkan model literasi digital Islami yang responsif terhadap tantangan teknologi informasi kontemporer.
Copyrights © 2023