Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE ISSUE OF RADICALISM IN THE INTERPRETATION OF THE QUR'AN: AN ANALYSIS OF JIHAD VERSES AND TOLERANCE IN CONTEMPORARY INDONESIAN INTERPRETATION Mukti, Anwar; Fathoni, Ahmad Nur; Hakim, M. Luqman; Cahyono, Agung Mandiro; Bahrudin, Moh.; Widiyaningrum, Kuni Maftukhati
West Science Islamic Studies Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v2i01.2506

Abstract

Religious radicalism in Indonesia is often rooted in an interpretation of Qur'anic verses that are not comprehensive and taken out of context, especially those on jihad and tolerance. This article analyzes the issue of radicalism through a study of the interpretation of these verses in contemporary Indonesian interpretation, by examining Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Misbah, as well as modern hermeneutical approaches such as ma'na--maghzā. The results of the study show that Indonesian mufassir affirms the meaning of jihad as a moral and spiritual struggle, not a legitimacy of violence. Meanwhile, the verses of tolerance are understood as the theological foundation for harmonious relations between religions in a pluralistic society. Previous research has also emphasized the importance of religious moderation and the role of educational institutions in preventing radicalism through the teaching of contextual and balanced interpretations. This article concludes that a comprehensive and moderate interpretation of the Qur'an is an important instrument in efforts to deradicalize and strengthen social harmony in Indonesia.
Implementasi Konsep Manajemen Qalbu dan Tafsir Ayat-Ayat yaitu Nafs dalam Program Rehabilitasi Mental Remaja Berisiko Mukti, Anwar; Fathoni, Ahmad Nur; Bahrudin, Moh.; Cahyono, Agung Mandiro; Widiyaningrum, Kuni Maftukhati; Hakim, M. Luqman
Jurnal Pengabdian West Science Vol 1 No 01 (2022): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v1i01.3058

Abstract

Penelitian tentang program rehabilitasi mental untuk remaja berisiko menyoroti pentingnya mengintegrasikan konsep psikologis dan spiritual untuk meningkatkan hasil. Konsep manajemen qalbu (manajemen hati) dan interpretasi nafs (diri atau jiwa) dari ayat-ayat Al-Quran dapat memberikan kerangka kerja holistik yang membahas dimensi emosional dan spiritual dalam rehabilitasi. Sementara program rehabilitasi jantung dan psiko-kardiologi yang ada berfokus pada dukungan kesehatan mental bersamaan dengan perawatan fisik, penggabungan kesadaran diri spiritual dan pengaturan emosi melalui ajaran agama dapat meningkatkan ketahanan psikologis dan mengurangi gejala kecemasan dan depresi pada remaja 724. Studi menunjukkan bahwa mengatasi kecemasan dan tekanan psikologis yang berfokus pada hati secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan hasil kesehatan mental, menunjukkan bahwa konsep spiritual seperti hati dan jiwa dapat melengkapi pendekatan ini dengan menumbuhkan pengendalian diri batin dan keseimbangan emosional 43. Menerapkan model integratif tersebut dalam program rehabilitasi remaja dapat mendukung pemulihan kesehatan mental yang lebih baik dengan menggabungkan intervensi psikologis berbasis bukti dengan bimbingan spiritual yang relevan secara budaya. Namun, penelitian empiris khusus mengenai penggunaan konsep tafsir Al-Quran dalam rehabilitasi kesehatan mental masih terbatas, yang menunjukkan perlunya studi lebih lanjut untuk memvalidasi dan mengoptimalkan pendekatan integratif ini.
Analisis Tafsir Al-Ṭabarī Terhadap Surat Al-Naṣr Tentang Kemenangan Sebagai Tanda Tamatnya Dakwah Mukti, Anwar; Fathoni, Ahmad Nur; Bahrudin, Moh.; Cahyono, Agung Mandiro; Widiyaningrum, Kuni Maftukhati; Hakim, M. Luqman
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v1i02.3057

Abstract

Surat al-Naṣr menempati posisi penting dalam sejarah kenabian karena kerap dipandang sebagai wahyu terakhir yang menandai penyempurnaan risalah Nabi Muhammad. Penelitian ini menganalisis penafsiran al-Ṭabarī atas surat tersebut dengan menyoroti tiga aspek utama: makna nashr (pertolongan), al-fatḥ (pembukaan/kemenangan), dan keterkaitannya dengan tanda berakhirnya misi kenabian. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menjadikan Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān sebagai sumber primer dan melengkapinya dengan literatur tafsir klasik serta modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ṭabarī memaknai “nashr Allāh” sebagai pertolongan Ilahi kepada Nabi dalam menghadapi Quraisy, sedangkan “al-fatḥ” secara spesifik dikaitkan dengan Fath Makkah. Adapun frasa “yadkhulūna fī dīnillāh afwājan” dipahami sebagai masuknya kabilah-kabilah Arab ke dalam Islam secara kolektif sebagai dampak langsung dari kemenangan tersebut. Melalui riwayat Ibn ‘Abbās dan ‘Āʾishah, al-Ṭabarī juga menegaskan bahwa surat ini merupakan na‘ā ilayhi nafsahu, yakni pemberitahuan Ilahi tentang kedekatan ajal Nabi. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa kemenangan dalam perspektif al-Ṭabarī bukanlah puncak politik, melainkan simbol spiritual bagi penyempurnaan dakwah dan awal fase transendensi kenabian. Perintah tasbīḥ dan istighfār pada ayat terakhir dipahami sebagai respons etis-teologis terhadap keberhasilan, yang menegaskan bahwa kemenangan tertinggi adalah kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah. 
Ayat-Ayat Tabayyun Dan Isu Hoaks: Kajian Tafsir Al-Qur'an Dalam Konteks Literasi Digital Modern Fathoni, Ahmad Nur; Mukti, Anwar; Cahyono, Agung Mandiro; Bahrudin, Moh.; Widiyaningrum, Kuni Maftukhati; Hakim, M. Luqman
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i01.3060

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi konsep tabayyun dalam Al-Qur’an terhadap fenomena misinformasi dan disinformasi di era literasi digital modern. Berangkat dari kegelisahan akademik atas meningkatnya information disorder di masyarakat Muslim, kajian ini mengintegrasikan analisis tafsir tematik terhadap QS. al-Hujurāt [49]:6, QS. al-Isrā’ [17]:36, dan QS. an-Nūr [24]:11–16 dengan kerangka Media and Information Literacy (MIL) UNESCO serta tantangan kontemporer seperti disinformasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan tafsir maudhu‘i, penelitian ini menemukan bahwa tabayyun berfungsi sebagai protokol epistemik yang mencakup verifikasi informasi, integritas moral, dan akuntabilitas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Qur’ani dengan kerangka literasi media modern dapat membentuk model literasi digital yang lebih komprehensif dan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan metodologi kajian Al-Qur’an dan menawarkan model literasi digital Islami yang responsif terhadap tantangan teknologi informasi kontemporer.