Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar etnomatematika pada materi geometri ruang yang bercirikan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan memanfaatkan konteks masjid-masjid bersejarah di Banjarmasin. Pengembangan dilakukan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan bahan ajar, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap analisis menunjukkan perlunya bahan ajar kontekstual yang mampu mengintegrasikan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan HOTS. Tahap perancangan dan pengembangan menghasilkan bahan ajar yang memadukan elemen arsitektur masjid, aktivitas etnomodeling, dan latihan soal HOTS. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh ahli matematika, ahli budaya, guru, serta pengelola masjid. Implementasi dilakukan pada 22 siswa kelas IX MTs Babussalam Evaluasi dilakukan melalui tes HOTS dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid berdasarkan penilaian ahli. Kepraktisan dinilai baik dengan skor rata-rata 4,3 (skala 1–5). Dari sisi efektivitas, 86,4% siswa mampu menjawab soal berbasis HOTS, menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, bahan ajar etnomatematika berbasis arsitektur masjid bersejarah ini layak digunakan sebagai sumber belajar berbasis HOTS untuk memperkuat pemahaman geometri ruang sekaligus mengintegrasikan nilai budaya.
Copyrights © 2026