Penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat belajar siswa SD Negeri 2 Meurandeh pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang ditunjukkan oleh hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti dalam bentuk data kuesioner minat belajar siswa yang menunjukkan siswa dengan minat belajar tinggi sebanyak 13%, siswa dengan minat belajar sedang 52%, dan siswa dengan minat belajar rendah 35%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap minat belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Meurandeh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dan desain perbandingan kelompok utuh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Meurandeh. Sampel dalam penelitian ini adalah 23 siswa kelas VA dan 23 siswa kelas VB. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian membuktikan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi yaitu 64,04 dibandingkan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional yang memiliki nilai rata-rata 42,00. Berdasarkan uji t independen, nilai t-hitung sebesar 18,814 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,684 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, berdasarkan putusan uji statistik, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Hi) diterima.
Copyrights © 2026