Penelitian ini berangkat dari persoalan bagaimana gaya bahasa digunakan sebagai sarana representasi pergulatan eksistensial tokoh dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis fungsi gaya bahasa dalam mengartikulasikan pengalaman eksistensial tokoh. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa satuan bahasa yang mengandung gaya bahasa, meliputi kata, frasa, kalimat, dan paragraf, yang dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi menjadi mekanisme utama dalam mengonkretkan dan mengintensifkan pengalaman batin tokoh. Metafora dan hiperbola mendominasi penggunaan gaya bahasa, berfungsi mengubah penderitaan psikologis yang abstrak menjadi citraan fisik yang kuat. Simile dan personifikasi merepresentasikan alienasi diri serta relasi tokoh dengan dunia yang dirasakan menekan, sedangkan repetisi menandai kebuntuan nalar dan absurditas eksistensial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel tersebut berfungsi sebagai ruang artikulasi filosofis yang efektif dalam merepresentasikan krisis eksistensial manusia dalam sastra populer kontemporer.
Copyrights © 2026