Penelitian ini mengkaji efektivitas metode field trip virtual (kunjungan museum virtual) terhadap pemahaman konsep peninggalan sejarah Indonesia pada siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah mengetahui sejauh mana pengalaman belajar virtual dapat meningkatkan pemahaman konsep, minat belajar, dan kemampuan mengidentifikasi artefak sejarah. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol. Sampel terdiri dari 60 siswa kelas V yang dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen (kunjungan museum virtual) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, lembar observasi keterlibatan, dan angket minat belajar. Analisis data menggunakan uji-t dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada skor pemahaman konsep dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Selain itu, kunjungan museum virtual meningkatkan keterlibatan siswa dan minat belajar terhadap materi peninggalan sejarah. Temuan ini mengindikasikan bahwa field trip virtual merupakan alternatif efektif untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah di sekolah dasar, terutama ketika kunjungan fisik terbatas. Implikasi praktis dan rekomendasi untuk integrasi teknologi dalam kurikulum sejarah juga dibahas. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi variasi platform virtual dan dampaknya terhadap retensi jangka panjang siswa serta perbedaan antar kelompok usia.
Copyrights © 2025