Tradisi Suronan merupakan wujud akulturasi antara Islam dan budaya Jawa yang menampilkan keharmonisan antara nilai religius dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sosio-religius, simbolisme, dan nilai keislaman yang terkandung dalam ritual Suronan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka (library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suronan memiliki tiga dimensi utama: spiritual, sosial, dan budaya. Secara spiritual, Suronan menjadi sarana introspeksi dan penguatan tauhid, secara sosial, ia menumbuhkan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, dan kepedulian, sedangkan secara budaya, ia menampilkan Islam yang toleran dan adaptif terhadap tradisi lokal. Tradisi ini juga berperan sebagai media pendidikan nilai dan moderasi beragama yang menumbuhkan Islam yang damai dan membumi. Dengan demikian, Suronan tetap relevan di era modern sebagai ekspresi Islam Nusantara yang harmonis dan humanis. hasil dan kesimpulan dalam bentuk singkat dan jelas. Jumlah kata dalam abstrak tidak lebih dari 200 kata. Kata Kunci : Suronan, Akulturasi budaya, Nilai keislaman
Copyrights © 2026