Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat. Kurangnya pengetahuan serta stigma terhadap isu kesehatan mental membuat remaja enggan mencari bantuan, sehingga risiko gangguan mental meningkat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental, membangun kesadaran, serta melatih keterampilan coping adaptif melalui pendekatan interaktif dan partisipatif. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 26 Kota Batam dengan melibatkan 35 siswa kelas XI–XII sebagai partisipan. Metode intervensi meliputi edukasi interaktif, workshop teknik koping (mindfulness, journaling, relaksasi napas), diskusi kelompok, dan pembentukan peer support. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-post test untuk mengukur pengetahuan dan sikap, serta Focus Group Discussion untuk pengalaman subjektif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap positif terhadap kesehatan mental (p < 0,01), kemampuan mengidentifikasi tanda stres, serta keterampilan coping adaptif. Diskusi kelompok mendukung terbentuknya lingkungan yang aman untuk berbagi pengalaman, meski beberapa partisipan masih mengalami hambatan akibat stigma internal. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan peer support efektif meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental dan memberikan dasar bagi pengembangan program berkelanjutan di sekolah
Copyrights © 2026