Pendahuluan: Depresi merupakan suatu efek yang diakibatkan oleh peristiwa kehidupan yang menyebabkan stres berkepanjangan. Depresi merupakan gangguan mental yang umumnya ditandai dengan kesedihan yang berkepanjangan dan hilangnya minat terhadap aktivitas yang disukai, serta adanya ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan. Depresi yang dialami oleh mahasiswa dapat berpengaruh pada produktifitasnya terutama di bidang akademik. Prokrastinasi merupakan suatu perilaku menunda dalam hal melakukan ataupun merampungkan suatu pekerjaan demi melakukan aktivitas lain yang kurang berguna, sehingga kinerja menjadi terhambat, tugas tidak dapat selesai tepat waktu, dan tingginya frekuensi terlambat untuk menghadiri pertemuan-pertemuan. Prokrastinasi yang terjadi di lingkungan akademik disebut sebagai prokrastinasi akademik. Metode: Penelitian ini menggunakan subjek penelitian mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung angkatan 2015 sebanyak 58 orang dengan metode pengambilan data menggunakan kuisioner depresi yang diadaptasi dari Beck Depression Inventory (BDI), dan alat ukur prokrastinasi akademik yaitu Skala Prokrastinasi Akademik yang telah dimodifikasi oleh Agam Anggoro. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara depresi dan prokrastinasi akademik (r=0.548, p=0.000). Diskusi: Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skor depresi seseorang maka semakin tinggi pula prokrastinasi akademik yang dilakukannya. Kesimpulan: Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa depresi dapat meningkatkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung angkatan 2015.
Copyrights © 2026