Fenomena banjir bandang yang menerjang wilayah Aceh Tamiang pada pergantian tahun 2025/2026 memicu dampak destruktif, khususnya di Desa Alur Tani II, yang menyebabkan kelangkaan kebutuhan logistik primer bagi penduduk setempat. Masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses perlengkapan sanitasi, peralatan rumah tangga, serta dukungan nutrisi yang memadai akibat terputusnya jalur distribusi. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengintervensi krisis tersebut melalui penyediaan bantuan kemanusiaan guna mempercepat proses pemulihan awal korban bencana. Metode pelaksanaan menggunakan strategi respon cepat berdasar pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi lapangan, pengadaan logistik, hingga penyaluran bantuan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan distribusi bantuan yang mencakup 80 paket makanan ringan anak, 50 set peralatan makan, 20 bantal, dan 25 paket perlengkapan sanitasi. Intervensi ini tidak hanya memenuhi aspek fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak di lokasi terdampak. Kesimpulannya, sinergi yang terencana antara tim akademisi dan masyarakat lokal terbukti mampu memitigasi dampak buruk bencana secara efektif di wilayah terisolasi.
Copyrights © 2026