UMKM merupakan elemen krusial dalam perekonomian Indonesia, namun seringkali menghadapi tantangan persaingan yang semakin kompetitif. Salah satu strategi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah melalui pemberdayaan. Kajian yang mengupas pemberdayaan digitalisasi pada petani sekaligus sebagai UMKM berbasis produk lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan digitalisasi pada petani dan UMKM produk lokal khususnya keripik tempe dan peyek di desa Bojong Koneng, dan mengidentifikasi peran penting merek dalam mendukung keberlanjutan usaha. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang komprehensif, mencakup pelatihan digitalisasi dan akses perizinan telah berhasil mengubah petani dan UMKM tempe dan peyek menjadi pelaku usaha berdaya saing. Digitalisasi terbukti memperluas akses pasar melalui e-commerce dan media sosial, meningkatkan efisiensi proses produksi dan distribusi, memperkuat identitas merek melalui strategi digital branding, serta menuntut adanya dukungan aspek legal, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal.
Copyrights © 2025