Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode talaqqi dalam meningkatkan pemahaman aqidah santri di madrasah diniyah Salafi Bandung dibandingkan metode ceramah-hafalan konvensional. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan dua kelompok (eksperimen: talaqqi; kontrol: ceramah-hafalan), pre-test dan post-test, serta purposive sampling pada 90 santri kelas akhir dari tiga madrasah. Instrumen terdiri atas kuesioner Likert (α > 0,8) untuk mengukur dimensi kognitif, afektif, dan aplikatif aqidah, serta wawancara semi-terstruktur untuk menelisik kedalaman konseptual. Analisis kuantitatif dengan independent t-test menunjukkan peningkatan signifikan skor pemahaman aqidah kelompok eksperimen (pre: 62,3; post: 81,7) dibanding kontrol (pre: 60,8; post: 68,2; p < 0,001). Analisis tematik wawancara mengidentifikasi mekanisme peningkatan melalui dialog reflektif, repetisi berpandu, dan kontekstualisasi nilai. Hasil ini menegaskan bahwa talaqqi mampu memfasilitasi internalisasi konsep teologis secara lebih mendalam daripada hafalan tekstual semata. Kesimpulannya, metode talaqqi terbukti efektif memperkuat pemahaman konseptual aqidah santri madrasah diniyah Salafi; peneliti merekomendasikan integrasi model “Talaqqi Critical Engagement” dalam kurikulum aqidah untuk memperluas dampak kognitif dan afektif pada peserta didik.
Copyrights © 2025