Kopi Java Robusta merupakan salah satu komoditas potensial sebagai sumber kafein untuk aplikasi farmasi dan pangan. Namun, proses ekstraksi kafein sangat dipengaruhi oleh kestabilan suhu, sementara banyak sistem ekstraksi yang digunakan masih bersifat konvensional dan kurang akurat. Masalah utama yang dihadapi adalah ketidakmampuan sistem pemanas menjaga suhu pada setpoint sehingga menurunkan efisiensi ekstraksi. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan sistem kontrol suhu berbasis PID autotuning pada alat ekstraksi kafein dengan variasi rasio kopi: pelarut (1:10 dan 1:15) serta suhu ekstraksi 60°C dan 70°C. Sistem kontrol dievaluasi dari kemampuan mencapai suhu target dan stabilitas selama proses ekstraksi. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:10 mampu mencapai setpoint pada suhu 60°C dan 70°C, meskipun terjadi overshoot sebesar 7°C pada 60°C dan 4°C pada 70°C, sedangkan rasio 1:15 tidak mampu mencapai suhu target karena keterbatasan daya pemanas. Kadar kafein tertinggi diperoleh pada kondisi 70°C dengan rasio 1:10 sebesar 2,4%. Analisis faktorial menunjukkan bahwa rasio kopi: pelarut dan suhu merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah kafein terekstrak, sementara interaksi antar variabel tidak signifikan. Secara keseluruhan sistem kontrol suhu yang diterapkan menunjukkan kemampuan untuk mendukung proses ekstraksi secara otomatis, proses kontrol suhu masih memerlukan finetuning agar kontrol suhu lebih stabil
Copyrights © 2026