Abstrak Jahe merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan makanan, minuman herbal maupun bahan baku industri farmasi. Salah satu penghasil jahe di Kabupaten Ende adalah desa Nduaria kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Luas wilayah desa Nduaria 21, 53 Km², dengan jumlah penduduk 1467 jiwa yang terdiri dari 674 laki-laki dan 739. Potensi budidaya tanaman jahe di Desa Nduaria termasuk varietas jahe gajah, jahe merah. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yakni melakukan pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani Weo Baru Wonga guna peningkatan produktivitas jahe, efisiensi penggunaan lahan dan diversifikasi produksi olahan berbasis jahe untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian anggota kelompok. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam pengembangan budidaya dan pengolahan jahe dilakukan secara sistematis dengan beberapa tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi budidaya jahe, pelatihan dan pendampingan pengolahan jahe serta pendampingan manajemen usaha dan evaluasi. Kegiatan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan bantuan peralatan berupa mesin perajang, oven listrik, grinder dan peralatan kemasan. Dampak dari kegiatan yang diukur menggunakan kuisener pada sebelum dan sesudah kegiatan, terlihat terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dapat membuat pupuk organik, penerapan teknologi budidaya jahe dengan teknologi ramah lingkungan, pola tumpangsari jahe dan sorgum serta pengolahan jahe menjadi produk yang bernilai tambah berupa Teh Lea Wongga, Serbuk Lea Wongga dan Minuman jahe instan. Demikian juga terjadi peningkatan kapasitas kelompok dengan adanya usaha bersama yang mendapatkan ijin regristrasi dari BPOM berupa PIRT dan manajemen keuangan kelompok. Kata kunci: Budidaya; pengolahan; pelatihan; jahe; produk. Abstract Ginger is one of the leading commodities that has high economic value, both as a food ingredient, herbal drink and raw material for the pharmaceutical industry. One of the ginger producers in Ende Regency is Nduaria Village, Kelimutu District, Ende Regency. Nduaria Village covers an area of 21.53 km² and has a population of 1,467, consisting of 674 males and 739 females. The potential for ginger cultivation in Nduaria Village includes varieties of elephant ginger and red ginger. The purpose of the Community Service activity is to provide training and assistance to the Weo Baru Wonga farmer group to increase ginger productivity, land use efficiency and diversification of ginger-based processed production to improve the welfare and economy of group members. The method of implementing community service in developing ginger cultivation and processing is carried out systematically with several stages starting from socialization, training and assistance in the application of ginger cultivation technology, training and assistance in ginger processing as well as assistance in business management and evaluation. The Community Service Team (PKM) provided equipment assistance in the form of chopping machines, electric ovens, grinders, and packaging equipment. The impact of the activities, measured using questionnaires before and after the activities, showed an increase in farmers' knowledge and skills in making organic fertilizer, implementing environmentally friendly ginger cultivation technology, intercropping ginger and sorghum, and processing ginger into value-added products such as Lea Wongga Tea, Lea Wongga Powder, and instant ginger drinks. Likewise, there was an increase in group capacity with the existence of a joint venture that received registration permits from BPOM in the form of PIRT and group financial management Keywords: cultivation; processing; training; ginger; products.
Copyrights © 2026