SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)

Peran kader posyandu dalam gerakan sadar gizi dan pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui literasi digital

Nazarullail, Fikri (Unknown)
Antono, Mixghan Norman (Unknown)
Choiro, Umu Da’watul (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Feb 2026

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 dilaksanakan di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur. Kegiatan pengabdian ini berdokus kepada edukasi kepada kader serta orang tua tentang pemenuhan gizi melalui pemilihan dan pemilahan makanan yang sehat dan dapat mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kader posyandu bersama orang tua juga terlibat dalam penggunaan aplikasi yang diciptakan oleh TIM Pengabdian yaitu GESPA “Gerakan Sadar Gizi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak”. beberapa permasalahan yang muncul pada hasil identifikasi adalah kader posyandu sebenarnya telah memiliki pemahaman dasar terkait gizi anak usia dini, namun pengetahuan mereka masih terbatas pada jenis-jenis makanan yang umum dan belum spesifik kepada bagaimana memberikan edukasi kepada orang-tua jika terjadi GTM pada anak, pemahaman kader terkait isu pencegahan kekerasan seksual pada anak masih kurang, dimana kasus-kasus bulliying masih sering terjadi dan salah satu peran yang bisa diimplementasikan adalah pencegahan sedini mungkin, sebagian besar kader memiliki gawai (smartphone), tetapi keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi dan penyebaran informasi seputar kesehatan dan gizi anak masih minim. Metode yang digunakan adalah Ceramah, Dialog, dan Forum Group Discussion (FGD) kepada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu PKK Desa Campur yang lebih spesifiknya adalah kepada Kader Posyandu. Jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini berasal dari kader PKK yang bertigas sebagai Kader Posyandu di Desa Campur sejumlah 35 orang, dan orang tua sebanyak 71 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa berdasarkan kuesioner yang diisi kader posyandu tentang pemahaman kader posyandu terhadap pemenuhan gizi anak sebesar 75,1%, pemahaman tentang pencegahan kekerasan seksual sebesar 71, 27%, dan pemahaman tentang literasi digital sebesar 84,32%. Berdasarkan perolehan skor kegiatan pengabdian yang telah dilaksakakan untuk membentuk kesadaran kader posyandu dan orang tua tentang gizi anak memperoleh kategori skor baik. Kata kunci: gerakan sadar gizi; kader posyandu; pemanfaatan literasi digital; pencegahan kekerasan seksual. AbstractThe Community Service Program funded by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Ministry of Higher Education, Science, and Technology in 2025 was implemented in Campur Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java. This community service activity focused on providing education to community health cadres and parents regarding nutritional fulfillment through the selection and sorting of healthy foods that support children's growth and development. In addition, Posyandu cadres and parents were involved in the utilization of an application developed by the Community Service Team, namely GESPA (Nutrition Awareness and Child Sexual Violence Prevention Movement). Several issues identified during the preliminary assessment indicated that Posyandu cadres already possessed basic knowledge related to early childhood nutrition; however, their understanding remained limited to general types of food and had not specifically addressed strategies for educating parents when children experience feeding difficulties (GTM). Furthermore, cadres’ understanding of child sexual violence prevention was still inadequate, as bullying cases frequently occurred, highlighting the need for early preventive measures. Although most cadres owned smartphones, their skills in utilizing digital technology for educational purposes and disseminating information related to child health and nutrition remained limited. The methods employed in this program included lectures, dialogue sessions, and Focus Group Discussions (FGD) conducted with community service partners, namely the Family Welfare Empowerment (PKK) organization of Campur Village, specifically targeting Posyandu cadres. The participants involved in this program consisted of 35 PKK members serving as Posyandu cadres and 71 parents. The results of the community service activities demonstrated that, based on questionnaires completed by the Posyandu cadres, their level of understanding regarding child nutritional fulfillment reached 75.1%, understanding of child sexual violence prevention reached 71.27%, and digital literacy comprehension reached 84.32%. Based on the overall score achievement, the implemented community service program successfully enhanced the awareness of Posyandu cadres and parents regarding child nutrition and was categorized as achieving a good level of outcome. Keywords: integrated health post cadres; nutrition awareness movement; sexual violence prevention; utilization of digital literacy

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpmb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Control & Systems Engineering Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), ...