Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL, INTOLERANSI, DAN PERUNDUNGAN DI SDN 1 DEMANGAN NGANJUK GUNA MENINGKATKAN KEWASPADAAN SISWA Putri, Erlina Amelia; Antono, Mixghan Norman; Kayati, Afiyah Nur; Puspitasari, Aditya Dyah; Faisal, Faisal
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpm.v5i1.415

Abstract

Education is a major milestone for the nation's progress. Education has a role in shaping students' character in various sectors, including economic, social, cultural, technological and morality. Education will continue to develop according to the times, because advanced education will create a developed country too. Therefore, education, which is a second home for children, is expected to be a safe and comfortable place. In fact, the world of Indonesian education still has unresolved problems related to sexual violence, intolerance and bullying committed by students, teaching staff and the community outside the scope of education. If this problem is not handled properly, it will have a psychological and physical impact on the child. Therefore, it is necessary to hold community service to increase students' understanding of preventing sexual violence, intolerance and bullying behavior carried out at SDN 1 Demangan. Community Service activities use socialization and counseling methods by the service team. The results obtained from this service activity were an increase in students' understanding of the importance of preventing sexual violence, intolerance and bullying behavior, apart from that, students' awareness increased by almost 60% after receiving material provided by the service team.
Inovasi Pembelajaran Karakter Humanis Melalui Sanggar Sastra dengan Pendekatan CRS (Consideration Research Student) dalam Matakuliah Apresiasi dan Kritik Sastra Khotimah, Khusnul; Amil, Ahmad Jami’ul; Rosid, Abdul; Antono, Mixghan Norman
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i1.2437

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian pembelajaran sastra, peneletian ini mengkaji tentang pembelajaran sastra dan pendidikan karakter pada materi perkuliahan apresiasi dan kritik sastra. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah instrumen peneliti sendiri, instrumen proses pembelajaran, dan instrumen pendidikan karakter. Proses pembelajaran apresiasi dan kritik sastra diketahui dari hasil pengamatan dan penilaian penilaian kinerja mahasiswa selama mengikuti pembelajaran sastra. Proses pembelajaran setelah dilakukan tindakan ternyata sudah sesuai dengan landasan kualitas proses yang dibuat yaitu, ada lima jenis variabel yang menentukan keberhasilan belajar mahasiswa yaitu sebagai berikut: a) melibatkan mahasiswa secara aktif, b) Menarik minat dan perhatian mahasiswa, c) membangkitkan motivasi mahasiswa, d) Peragaan dalam pembelajaran Sastra melalui pementasan sandur. Nilai-nilai humanis yang diterapkan yaitu; menghargai pendapat orang lain (kebebasan menngeluarkan pendapat), Kerjasama, rela berkorban, peduli terhadap orang lain, dan tolong menolong, dan Solidaritas. pembelajaran apresiasi dan kritik sastra menekankan pada nilai-nilai humanis sehingga menciptakan keragaman yang harmonis dalam bingkai sastra.
Optimalisasi Peran Guru dalam Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual dan Intoleransi Melalui E-Comic ‘Bhineka’ Berbasis Literasi Digital Sebagai Perwujudan Profil Pelajar Pancasila Antono, Mixghan Norman
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4775

Abstract

The educational environment is a place to develop children's character. Apart from that, education is also used as a forum for developing various aspects that support human life, including economics, social, culture, technology, morality and the glory of the nation. Schools that are considered a comfortable and safe place for children are not entirely true. In fact, in the world of education, there is still a lot of sexual violence, intolerance and bullying carried out by education staff and students. This can have an impact on a person's physical and psychological well-being, especially students who attend elementary school because they are still in the process of character formation. Therefore, it is necessary to hold community service to increase the awareness of teachers to prevent sexual violence, intolerance and bullying from occurring in the teaching environment which is carried out at Putren 1 State Elementary School. The results obtained from this community service activity were an increase in teachers' understanding of the importance of preventing sexual violence, intolerance and bullying, in addition to the result of a 60% change in mindset after receiving the material and responses provided by the teacher.Keywords: sexual violence, intolerance, bullying, community serviceABSTRAKLingkungan pendidik merupakan wadah untuk mengembangkan karakter anak. Selain itu pendidikan juga digunakan sebagai wadah untuk mengembangkan berbagai aspek yang menunjung kehidupan manusia, meliputi ekonomi, sosial, budaya, teknologi, moralitas, dan kejayaan bangsa. Sekolah yang dianggap sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi anak ternyata tidak sepenuhnya benar. Pada faktanya di dunia pendidikan masih banyak ditemui perilaku kekerasan seksual, intolerasi, dan perundungan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan maupun peserta didik. Hal tersebut dapat berdampak pada fisik dan psikis seseorang, terutama pada peserta didik yang bersekolah di sekolah dasar karena masih dalam proses pembentukan karakter. Maka dari itu perlu diadakannya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran para guru untuk mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan terjadi di lingkungan pendidik yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Putren. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman guru dalam pentingnya mencegah kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan, selain itu hasil dari perubahan pola pikir  sebesar 60% setelah menerima pemberian materi dan respon tanggapan yang disampaikan oleh guru.Kata Kunci: kekerasan seksual, intoleransi, perundungan, pengabdian masyarakat
Pelafalan Fonem Oleh Penderita Disartria Antono, Mixghan Norman
LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2025): April
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/leksis.v5i1.525

Abstract

Problems with phoneme pronunciation disorders can occur if a person experiences disorders or abnormalities in the central nervous system or muscles involved in sound formation. In connection with the problem of phoneme pronunciation disorders, the problem that will be discussed in this study is the phenomenon of phoneme pronunciation disorders that occur in children aged 8 years, adolescents aged 23 years and adults aged 56 years with dysarthria in Pragelan Village, Bojonegoro. The purpose of this study was to determine how the pronunciation of phonemes in children suffering from dysarthria in Pragelan Village, Bojonegoro. The method used in this research is descriptive qualitative with the method of listening. This study is a phonological study that aims to explain the form of phoneme pronunciation disorders pronounced by dysarthria sufferers. The study used two sources as data, by analyzing the utterances they uttered. From the results of the discussion, it was found that the phenomenon of impaired phoneme pronunciation in Pragelan Village, Bojonegoro, was the pronunciation of phonemes in dysarthria sufferers with symptoms of speaking too slowly, unable to speak at a loud volume, stroke and slurred.
Implikatur Percakapan Anak Broken Home Kepada Orang Tua di Desa Sumber Wetan Kota Probolinggo Ni'mah, Jazillah Lailatun; Antono, Mixghan Norman
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 2 (2024): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i2.3821

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis implikatur percakapan yang terjadi di kalangan anak broken home Desa Sumber Wetan Kota Probolinggo. Implikatur percakapan dapat membuktikan adanya pelanggaran prinsip percakapan antara anak broken home kepada orang tua. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan percakapan anak broken home kepada orang tua di Desa Sumber Wetan Kota Probolinggo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik rekam, teknik simak, dan teknik simak catat. Uji keabsahan data menggunakan perpanjangan waktu dan validasi ahli. Berdasarkan hasil penelitian implikatur percakapan anak broken home kepada orang tua di Desa Sumber Wetan Kota Probolinggo menggunakan dua jenis implikatur percakapan yaitu, implikatur percakapan konvensional dan implikatur percakapan non-konvensional.
Peran kader posyandu dalam gerakan sadar gizi dan pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui literasi digital Nazarullail, Fikri; Antono, Mixghan Norman; Choiro, Umu Da’watul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35746

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 dilaksanakan di Desa Campur, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk-Jawa Timur. Kegiatan pengabdian ini berdokus kepada edukasi kepada kader serta orang tua tentang pemenuhan gizi melalui pemilihan dan pemilahan makanan yang sehat dan dapat mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kader posyandu bersama orang tua juga terlibat dalam penggunaan aplikasi yang diciptakan oleh TIM Pengabdian yaitu GESPA “Gerakan Sadar Gizi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak”. beberapa permasalahan yang muncul pada hasil identifikasi adalah kader posyandu sebenarnya telah memiliki pemahaman dasar terkait gizi anak usia dini, namun pengetahuan mereka masih terbatas pada jenis-jenis makanan yang umum dan belum spesifik kepada bagaimana memberikan edukasi kepada orang-tua jika terjadi GTM pada anak, pemahaman kader terkait isu pencegahan kekerasan seksual pada anak masih kurang, dimana kasus-kasus bulliying masih sering terjadi dan salah satu peran yang bisa diimplementasikan adalah pencegahan sedini mungkin, sebagian besar kader memiliki gawai (smartphone), tetapi keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi dan penyebaran informasi seputar kesehatan dan gizi anak masih minim. Metode yang digunakan adalah Ceramah, Dialog, dan Forum Group Discussion (FGD) kepada mitra pengabdian kepada masyarakat yaitu PKK Desa Campur yang lebih spesifiknya adalah kepada Kader Posyandu. Jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini berasal dari kader PKK yang bertigas sebagai Kader Posyandu di Desa Campur sejumlah 35 orang, dan orang tua sebanyak 71 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa berdasarkan kuesioner yang diisi kader posyandu tentang pemahaman kader posyandu terhadap pemenuhan gizi anak sebesar 75,1%, pemahaman tentang pencegahan kekerasan seksual sebesar 71, 27%, dan pemahaman tentang literasi digital sebesar 84,32%. Berdasarkan perolehan skor kegiatan pengabdian yang telah dilaksakakan untuk membentuk kesadaran kader posyandu dan orang tua tentang gizi anak memperoleh kategori skor baik. Kata kunci: gerakan sadar gizi; kader posyandu; pemanfaatan literasi digital; pencegahan kekerasan seksual. AbstractThe Community Service Program funded by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Ministry of Higher Education, Science, and Technology in 2025 was implemented in Campur Village, Gondang District, Nganjuk Regency, East Java. This community service activity focused on providing education to community health cadres and parents regarding nutritional fulfillment through the selection and sorting of healthy foods that support children's growth and development. In addition, Posyandu cadres and parents were involved in the utilization of an application developed by the Community Service Team, namely GESPA (Nutrition Awareness and Child Sexual Violence Prevention Movement). Several issues identified during the preliminary assessment indicated that Posyandu cadres already possessed basic knowledge related to early childhood nutrition; however, their understanding remained limited to general types of food and had not specifically addressed strategies for educating parents when children experience feeding difficulties (GTM). Furthermore, cadres’ understanding of child sexual violence prevention was still inadequate, as bullying cases frequently occurred, highlighting the need for early preventive measures. Although most cadres owned smartphones, their skills in utilizing digital technology for educational purposes and disseminating information related to child health and nutrition remained limited. The methods employed in this program included lectures, dialogue sessions, and Focus Group Discussions (FGD) conducted with community service partners, namely the Family Welfare Empowerment (PKK) organization of Campur Village, specifically targeting Posyandu cadres. The participants involved in this program consisted of 35 PKK members serving as Posyandu cadres and 71 parents. The results of the community service activities demonstrated that, based on questionnaires completed by the Posyandu cadres, their level of understanding regarding child nutritional fulfillment reached 75.1%, understanding of child sexual violence prevention reached 71.27%, and digital literacy comprehension reached 84.32%. Based on the overall score achievement, the implemented community service program successfully enhanced the awareness of Posyandu cadres and parents regarding child nutrition and was categorized as achieving a good level of outcome. Keywords: integrated health post cadres; nutrition awareness movement; sexual violence prevention; utilization of digital literacy